PONTIANAK (Pos sore)- Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan ancaman yang paling serius adalah gerakan kriminal narkoba. Karena tujuannya untuk melumpuhkan pola pikir kebanggaan bangsa Indonesia, nilai budaya, dan segala yang menyangkut kepribadian bangsa Indonesia.
Demikian disampaikan senator asal Kalimantan Barat itu saat membuka ‘Sosialisasi Empat Pilar MPR RI’ di aula Makodam XII Tanjungpura, di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/10). Sosialisasi ini diikuti 530 peserta, terdiri dari para perwira, tamtama dan bintara se Garnizun Pontianak.
Menurut Oesman, satu-satu jalan untuk mengintervensi bangsa Indonesia yang bisa dilakukan adalah dengan cara merusak moral generasi bangsa.
“Kalau intervensi fisik dengan cara merebut kedaulatan, TNI sangat mampu mengatasi hal-hal yang bersifat keamanan. Sebab, TNI kita luar biasa,” ujarnya.
Ancaman lewat narkoba ini luar biasa. Mereka memasukkan narkoba ke Indonesia terbesar di dunia. Kalau masalah narkoba ini tidak ditanggulangi, maka hancurlah martabat bangsa ini.
“Anehnya, orang tua baik swasta, sipil, TNI, Polri maupun pejabat eksekutif, menteri dan lainnya, kalau anaknya terkena narkoba maka ia berusaha melindungi agar orang lain tidak tahu kalau anaknya terjaring narkoba. Sehingga ancaman narkoba ini lebih ngeri dari serangan militer, karena musuhnya tidak ketahuan,” kata Oeman Sapta. (Bambang Tri P)
