JAKARTA (Pos Sore) — Narayan Infrahight Pvt Ltd., pengembang real estate yang berkedudukan di Uttar Pradesh, India, menjalin hubungan kerjasama keuangan jangka panjang dengan Linetrust International Offshore Limited dari Inggris.
Kerjasama keuangan senilai US$38 juta ini sebagai aset jangka panjang untuk mengembangkan proyek-proyek perumahan dan komersialnya di di sekitar Naini, Allahabad di Uttar Pradesh.
Direktur dari Jethwa International Private Limited, Tn. Amit Jethwa, menjelaskan, industri real estate belakangan ini menunjukkan pertumbuhan negatif Q-o-Q (kuartal ke kuartal. Penyebabnya, kurangnya dana-dana biaya rendah baik untuk proyek-proyek pembangunan maupun kebutuhan modal kerja mereka.
“Para pengembang terpaksa telah menghentikan proyek-proyek atau telah mengalami pelambatan laju pertumbuhan mereka. Ini telah menyebabkan penumpukan inventaris yang belum dijual,” katanya dalam satu pertemuan, di Jakarta, Minggu (27/11).
Persoalannya, kata dia, bukan terletak pada kurangnya permintaan melainkan kurangnya pasokan pada waktu yang tepat dan harga yang wajar.
Namun, permasalahan tersebut bisa segera diatasi menyusul adanya dana-dana biaya rendah untuk proyek-proyek real estate dari lembaga-lembaga seperti Linetrust.
“Dan ini berarti, sektor real estate dapat menunjukkan pertumbuhan yang besar dalam kuartal-kuartal mendatang dan membantu menyalurkan pertumbuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Narayan Infrahight, Sanjeev Mishra, mengaku sangat gembira dengan pertemuan yang dinilainya sebagai suatu welcome breather.
“Pertemuan yang baik ini akan membuat industri real estate menapaki kembali hari-hari gemilangnya di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Ia mengakui proyek-proyek yang dikembangkan pihaknya melambat karena peristiwa ganda yang tidak menyenangkan, yaitu naiknya biaya bunga dan biaya bahan baku yang terus melambung.
Itu sebabnya, lembaga-lembaga keuangan dan bank-bank begitu sangat hati-hati dan pilih-pilih dalam membiayai para pengembang real estate.
“Tetapi dengan pembiayaan pada suku bunga yang lebih rendah untuk pengembang real estate, para pengembang akan dapat memberikan keuntungan bagi para pengguna. Harga jual pun tetap stabil,” tambahnya.
Linetrust International sendiri ingin membangun koridor real estate dengan hutang biaya rendah. Cara ini akan membantu memperbaiki skenario (investasi) di negara-negara berkembang. (tety)
