JAKARTA (Pos Sore) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam mengimbau umat Islam agar menahan diri dan tidak mudah terpengaruh pendapat yang bersifat provokatif mengenai insiden di Tolikara, Papua.
“Kami mengimbau agar semua pihak ikut menciptakan suasana damai dan aman di Indonesia. Isu utama yang ingin dibangun adalah mencipatakan suasana damai di Papua dan di Indonesia,” tegas Wakil Ketua MUI Ma’ruf Amin, di Kantor MUI, kemarin.
Ma’ruf juga meminta umat Islam mewaspadai pihak-pihak yang dengan sengaja ingin membuat kekacauan. MUI berharap agar umat Islam meningkatkan solidaritas dalam mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami meminta semua pihak untuk mewaspadai, mencegah gerakan teror terhadap agama apapun termasuk Islam di Indonesia, sehingga tidak sampai terjadi lagi hal serupa,” kata Ma’ruf.
Sebagaimana diberitakan, insiden di Kabupaten Tolikara terjadi ketika masyarakat Muslim tengah melakukan shalat Idul Fitri di halaman mushala. Sekelompok massa datang untuk memprotes penggunaan pengeras suara pada ibadah tersebut.
Polisi berusaha membubarkan massa dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, massa tidak menggubrisnya, justru bertambah agresif hingga membakar bangunan di sekitarnya. Termasuk mushala tempat jamaah melakukan shalat Idul Fitri ikut terbakar. Akibat insiden ini, seorang tewas dan 11 orang luka-luka akibat terkena tembakan polisi. (tety)
