JAKARTA (Pos Sore) – Guna memudahkan penyerapan beras dan gabah di sejumlah daerah Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Bulog dan Mabes TNI AD melakukan rapat koordinasi, Selasa (16/6) di Gedung Kementan di Jakarta.
Menteri Pertanian, Andi Amran mengatakan, terdapat 12 titik di Jakarta yang dituju guna memudahkan penyerapan dan harga menjadi stabil. Sejumlah titik di antaranya, Pasar Minggu, Kramat Jati, Cikini, Palmerah, Kalibaru, Klender, Rawasari, Pasar Depok dan Grogol.
“Mulai hari ini hingga 10 hari ke depan, kita mempersiapkan tempat agar distribusi beras dan gabah mudah diserap pasar,” kata Amran usai Rakor Perkembangan Produksi dan Penyerapan Gabah/Beras.
Kementerian Pertanian juga akan melakukan koordinasi guna memudahkan penyerapan bawang di Jabodetabek dengan kapasitas 50 hingga 100 ton per hari.
“Ke depan, kita bekerja sama dengan Bulog, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Perdagangan akan membangun pasar murah di setiap titik yang harganya selalu bergejolak,” tambahnya.
Pembagian tugasnya adalah untuk pengadaan lokasi atau lahan diserahkan ke Kementerian Koperasi dan UKM, penyiapan komoditas oleh Kementerian Pertanian, dan pembelian komoditas oleh Bulog.
Mentan menjelaskan, pasar murah tersebut akan dibangun di dalam pasar reguler dan akan tersebar di seluruh Indonesia. Untuk barangnya akan didatangkan suplai bahan pangan langsung dari Perum Bulog, sehingga harganya dijamin bisa lebih murah dibanding harga pasar.
“Melihat pengalaman di dua minggu belakangan, ini lebih efektif dari OP. Jangan tiap naik harga baru lakukan OP, jangan bekerja seperti pemadam kebakaran,” tuturnya.
Sementara itu, Dirut Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan, ketersediaan beras dalam kondisi aman hingga 6 bulan ke depan dengan jumlah ketersediaan 20 juta ton.
Terkait keterlibatan TNI AD, Asisten Teritorial Mabes AD, Mayjen Kustanto, menjelaskan, pihaknya sebatas membantu dan mendukung program pemerintah.
“Khusus untuk serapan beras di pasar, kami menunggu data Kementan. Kami membantu program pemerintah agar petani di daerah dapat dengan aman dan mudah menjual hasil produksinya ke Bulog,” katanya. (tety)
