JAKARTA (Pos Sore) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menegaskan dalam membangun dan memodernisasi desa harus berbasis industri wisata dan budaya secara berkelanjutan.
“Tujuan dari pembangunan dan modernisasi itu, agar desa di seluruh Indonesia melek teknologi, khususnya teknologi informasi dan ramah lingkungan,” kata Agus, saat membuka World Village Conference 2016, di Purwakarta, Senin (23/5).
Ajang World Village Conference ini mengambil tema ‘Preserving Culture for Sustainable Development in the Era of Village Industrialization’ atau melestarikan budaya untuk pembangunan berkelanjutan di era industrialisasi pedesaan.
Sejumlah duta besar, kepala daerah di Indonesia, serta pemuda-pemudi dari 40 negara yang mempunyai perhatian khusus pada pembangunan industri pedesaan berkelanjutan menghadiri World Village Conference 2016.
Agus melanjutkan, pengembangan koperasi dan UKM yang berbasis pariwisata dan budaya diyakini mampu berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi kesenjangan.
“Ketimpangan tingkat kehidupan dan kemajuan antara desa dengan kota, cenderung semakin mencolok yang pada gilirannya dapat memicu instabilitas nasional. Karena itu, saat ini eranya untuk memberikan perhatian yang lebih tinggi guna membangun pedesaan,” tandasnya.
Salah satu upaya mendorong kemajuan desa yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya adalah dengan melakukan transformasi pertanian ke industri yaitu ndustri pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Hal itu bisa dilakukan, salah satunya melalui koperasi sebagai pengelola dan para UKM yang berbisnis sebagai Pelaku Teknoprener,” ujarnya.
Agus mengakui semua menyadari cukup banyak wilayah pedesaan di berbagai negara yang menyimpan potensi besar kekayaan budaya, keindahan alam, serta hal-hal menarik dan unik lainnya.
Potensi inilah yang harus dikemas dengan kreatif untuk membangun industri pedesaan berbasis pariwisata yang mampu memajukan dan memodernisasi desa berlandaskan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan menuju pembangunan berkelanjutan.
Pada dasarnya, jelas Muharam, dampak kemajuan pariwisata akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena pariwisata mempunyai dampak pengganda (multiplier effects dan spin-off effects) yang besar. Terutama dengan industri kreatif, yang memang mempunyai hubungan sangat erat dengan pariwisata.
“Masing-masing potensi desa memiliki karakteristik budaya serta visi serta orientasi yang sangat beragam”, jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi mengatakan, pertemuan yang berbasis desa ini diyakini akan memperluas dan memperkaya wawasan para peserta untuk nantinya diaplikasikan di negara masing-masing.
“Saya berharap, melalui berdiskusi selama tiga hari akan lahir atau sharing informasi dan ide-ide kreatif serta pengalaman masing-masing negara dalam membangun dan memodernisasi desa berbasis industri pariwisata dan budaya secara berkelanjutan,” katanya. (tety)
