27.8 C
New York
15/06/2024
Aktual

Menyusul ‘Bocoran Audio Pejabat’, Turki Blokir Akses YouTube

ANKARA — Pemerintah Turki kemarin memblokir akses ke YouTube. Kebijakan ini dikeluarkan hanya sepekan setelah Ankara melarang akses ke jejaring sosial Twitter.

Suratkabar Hurriyet melaporkan pemblokiran ini dilakukan setelah Twitter dan YouTube dipakai untuk menyebarkan rekaman audio pertemuan para pejabat yang memicu kemarahan pemerintah.  Larangan YouTube ini dikeluarkan sehari setelah pengadilan di Ankara memerintahkan otoritas telekomunikasi TUB untuk mencabut  larangan pemakaian Twitter. Larangan ini usulan PM Recep Tayyip Erdogan setelah kabinetnya diguncang berbagai skandal yang melibatkan sejumlah menteri kabinet.

TUB telah mengambil langkah administratif terhadap situs YouTube. Beberapa pengguna sudah mengalami pemblokiran akses. Sementara sebagian lainnya masih dapat menggunakan situs itu.  Pemblokiran akses ini dipicu oleh beredarnya bocoran rekaman suara para pejabat Turki yang sedang membahas masalah Suriah di YouTube.  Bocoran ini berisi percakapan para pejabat yang sedang membahas kemungkinan operasi militer di Suriah. Pertemuan itu dihadiri kepala intelijen Turki, menteri luar negeri bersama dua pejabat seniornya serta wakil panglima militer.  Keempat petinggi itu membahas intervensi ke Suriah untuk melawan milisi yang mengancam akan membom Suleyman Shah, sebuah monumen yang masuk wilayah Turki yang ada di dalam Suriah di bawah perjanjian internasional.

Kementerian luar negeri sebelumnya mengatakan bocoran rekaman suara itu adalah serangan terburuk atas keamanan nasional dan pelakunya dapat dikenakan hukuman terberat. Dalam pernyataan tertulis, kemenlu juga menegaskan beberapa sesi dalam rekaman itu telah dimanipulasi.  Pertemuan itu dihadiri Menlu Ahmet Davutoglu, kepala intelijen dan pejabat militer lain serta para pejabat diplomatik. Pertemuan itu digelar sebagai respons atas ancaman terhadap sebuah kantong wilayah Turki di dalam Suriah.

Kantor berita Reuters juga menyebutkan pihaknya tidak dapat memverifikasi keaslian bocoran rekaman suara itu. Namun yang pasti, rekaman itu adalah bocoran paling merusak yang diduga diambil dengan cara sadapan sebuah pertemuan sangat rahasia.

Tentu saja kasus ini semakin menambah pelik posisi PM Erdogan menjelang pemilu lokal Minggu besok. Ia menuduh media sosial telah menyebarkan informasi yang salah. Sebelumnya ia juga menyerukan larangan itu dapat berlaku untuk YouTube dan Facebook.  Menyusul rencana pemblokiran itu,mesin pencari Google, yang memiliki YouTube, mengkonfirmasikan bahwa sebagaian pengguna tidak dapat mengakses YouTube di Turki.  Istilah #youtubeblockedinturkey mulai menjadi tren di seluruh dunia pada media sosial Twitter.  Pada kampanye di Kota Diyarbakir, Erdogan tampaknya mengkonfirmasikan bahwa bocoran audio terbaru itu memang asli.  “Mereka bahkan membocorkan pertemuan keamanan nasional. Ini perbuatan keji, tidak jujur,” ujarnya.

Pada Rabu lalu, pengadilan di Ankara meerintahkan  TUB untuk mencabut larangan mengakses Twitter. Namun butuh waktu berminggu-minggu sebelum putusan itu berlaku efektif.  Twitter sendiri telah mengajukan tantangan atas larangan itu. Namun mereka merasa khawatir atas perintah pengadilan untuk menghapuskan sebuah akun yang menuduh seorang mantan menteri telah terlibat korupsi.(bbc/gulfnews/meidia)

 

Leave a Comment