JAKARTA (Pos Sore) — Sarana transportasi menjadi hal utama saat mudik dan arus balik. Mengingat tradisi ini juga diikuti anak-anak, maka sarana transportasi ini harus ramah anak agar keselamatan dan kenyamanan terjamin sampai di tujuan.
Pemerhati perempuan dan anak, Giwo Rubianto Wiyogo, menegaskan mudik harus ramah terhadap anak. Meski begitu, pemerintah juga perlu melakukan berbagai upaya untuk menciptakan mudik yang nyaman dan ramah bagi semua.
Ketua Umum Kowani itu juga meminta pemerintah hendaknya memastikan terdapat layanan kesehatan darurat jika terdapat pemudik yang mengalami kecelakaan. Masyarakat kurang mampu juga harus terjamin mendapatkan moda transportasi yang terjangkau dan berkualitas.
“Selain itu, juga harus ada layanan khusus bagi penyandang disabilitas, kakek nenek, jompo dan ibu hamil. Pemerintah juga harus memastikan pemudik dapat memahami pola mudik yang menyenangkan dan nyaman,” tambah mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini.
KOWANI juga meminta pemerintah harus memastikan agar terdapat layanan bantu darurat terutama di tititk rawan kecelakaan.
Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Perhubungan, melakukan operasi angkutan Lebaran mulai dari H-15 sampai dengan H+9 atau mulai 2 Juli 2015 hingga 27 Juli 2015. Masa waktu operasi tersebut lebih panjang dari tahun sebelumnya yang hanya berlangsung 16 hari, yang kini menjadi 20 hari.
Jumlah bus pada 2014 sebanyak 43.015 bus sedangkan pada 2015 jumlahnya meningkat menjadi 44.871 bus atau naik lima persen. Begitu pula pada moda kereta api pada 2015 juga meningkat dan ada penambahan kereta api dari sebelumnya 293 menjadi 340 kereta api atau naik 10 persen.
Penumpang yang melalui penyeberangan diperkirakan naik sebanyak 3,53%, sedangkan untuk moda kereta api meningkat 8,54%. Begitu pula pada moda angkutan laut dan udara yang masing-masing akan meningkat sebesar 3% dan 2%.
Sementara itu, moda angkutan umum melalui jalur darat akan turun sebesar 5,9%. Sedangkan untuk pengguna mobil diperkirakan akan naik 5,8% begitu juga dengan pengguna motor juga akan naik sebesar 7,73% dari tahun sebelumnya. (tety)
