22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Menuju Lansia Mandiri, Produktif, dan Berkualitas

JAKARTA (Pos Sore) – Berusia lanjut bukan berarti hanya berdiam diri di rumah dengan tatapan mata kosong. Di usia yang tak muda lagi tetap masih bisa beraktivitas, mandiri, dan produktif. Ya, hidup berkualitas di saat tua.

Ingin agar warga senior ini tetap semangat menjalani hidup di usia senja, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan Warga Senior bertemakan ‘Menuju Lansia Mandiri, Produktif, dan Berkualitas’.

ketua dpw

“Tujuan diadakannya workshop ini supaya kita, khususnya warga senior atau perempuan yang memasuki masa pensiun siap hidup ke depannya lebih baik dan berkualitas. Tidak hanya bergantung pada orang lain,” kata Dina Pristiani Sartono, Ketua Dharma Wanita di lingkungan Kemenko PMK, usai workshop, di gedung Kemenko PMK, Kamis (21/4).

Dalam workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. dr. Martina Wiwie, SpKJ yang memberikan materi bagaimana memperlambat penyakit degeneratif, Dr. dr. Ria Maria Theresa, SpkJ yang mengajak para lansia memperlambat alzhaimer dengan senam poco-poco, serta dr. Luh Eka, Mkes, SpGK yang membawakan materi pola makan dan gizi lansia.

Menurutnya, agar lansia tetap mandiri dan produktif, lansia harus sehat dan bergaul dengan sesama lansia. Tidak harus dengan cara mengobrol intensif, tetapi juga bisa dengan ikut pengajian, arisan, atau kegiatan lain yang dapat merangsang fungsi otaknya.

Dina yang mewakili Menko PMK Puan Maharani, menegaskan, pentingnya kita memuliakan lansia. Jangan menjadikan lansia sebagai beban karena mereka juga memiliki hak dalam hidupnya.

Kemenko PMK sendiri kini tengah giat-giatnya menghidupkan kembali Posyandu Lansia agar hidup lansia tetap berkualitas. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut yang digerakkan oleh masyarakat. Di sini, para lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, bahkan setiap 2 atau 3 bulan sekali pergi piknik.

“Di Posyandu Lansia ini melibatkan peran serta para lansia sendiri, keluarga, tokoh masyarakat, puskesmasm dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya,” ujarnya.

Ia memberikan contoh Posyandu Lansia di Yogyakarta yang dinilai sukses memberdayakan para lansia sehingga hidup mereka semakin berarti dan berwarna. Di Jakarta sendiri sudah ada beberapa Posyandu Lansia yang juga dinilai cukup sukses.

“Tapi kita lebih memfokuskan pada pendirian Posyandu Lansia di daerah-daerah terpencil dan terluar yang kurang mendapatkan akses kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. dr. Ria Maria Theresa, SpkJ, yang menjadi narasumber di workshop itu, menegaskan, lansia jangan dibikin stres dan harus diberi kesempatan untuk beraktivitas. Stres dan depresi dapat memicu dimensia dan Alzheimer.

Lalu ia mengungkapkan salah satu kasus yang terjadi pada pasiennya. Seorang ibu berusia lansia yang menjaga cucunya. Karena suaminya masih bekerja otomatis yang menjaga cucu ya istrinya. Belakangan ini istrinya sering sakit-sakitan tetapi ketika diperiksakan ke dokter tidak ada masalah kesehatan serius di dalam tubuhnya.

“Belakang baru diketahui sang nenek stres harus menjaga cucunya setiap hari. Ia tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Mau ke mall harus membawa cucu, mau main ke rumah tetangga tidak bisa karena menjaga cucu, lama-lama ia stress dan berimbas pada kesehatan tubuhnya,” paparnya.

senior

Menurutnya, dengan pola hidup, hidup sehat, menghindari stres, dan melakukan kegiatan yang dapat merangsang fungsi otak bisa mencegah dimensia dan Alzheimer. Kegiatan itu bisa seperti mengisi TTS, bermain catur, membaca buku, atau membuat sulaman. Kegiatan-kegiatan seperti ini harus diarahkan agar para lansia mau sehingga dapat menjaga fungsi otaknya secara optimal.

Setidaknya aktivitas ini akan menumbuhkan semangat ingin terus sehat, bahagia, mandiri, bermanfaat, dan berkualitas. Dengan sering berkumpul, bersenda gurau, dan bercanda bersama teman-teman seumuran membuat para lansia merasa sehat, awet muda, dan bersemangat.

“Para lansia itu kalau ingin beraktivitas jangan banyak dilarang. Berkebun dilarang, main ke rumah tetangga sesame lansia dilarang, pergi-pergi ke suatu tempat dilarang. Memang ini sebagai bentuk kekhawatiran agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, tetapi ini bisa memperburuk keadaan lansia itu sendiri karena merasa tidak berarti yang akhirnya stress dan depresi,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment