JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise meninjau fasilitas ramah perempuan dan anak di kapal penyeberangan Gunung Dempo dengan tujuan Jayapura – Nabire.
Kapal bermuatan sekitar 1.500 orang tersebut berlayar menuju sejumlah tempat di wilayah Papua hingga Pulau Jawa. Dalam kunjungannya itu, Menteri Yohana menerima sejumlah keluhan dari penumpang kapal Gunung Dempo.
Dalam kunjungannya kali ini beberapa keluhan disampaikan para penumpang kepada Yohana. Di antaranya ketidaksesuaian pembelian tiket sehingga seringkali penumpang harus tidur di koridor padahal telah membeli tiket dengan harga kelas tertentu karena telah dijual kepada penumpang lain.
Keluhan lainnya, alat pendingin yang tidak berfungsi dengan baik, orang merokok di sembarang tempat, dan banyaknya pedagang yang berjualan di dalam kapal dengan harga sangat mahal.
“Sama seperti kunjungan sebelumnya, saya hanya ingin memastikan kondisi perempuan dan anak aman dan terlindungi, serta hak-hak mereka terpenuhi,” ujar Menteri Yohana usai berkeliling menyapa masyarakat di deck kapal Gunung Dempo, kemarin.
Meski demikian, Menteri Yohana mengapresiasi PT Pelni yang telah mengakomodasi sejumlah fasilitas yang ramah perempuan dan anak, seperti telah tersedianya ruang laktasi bagi ibu menyusui dan arena bermain anak. Meski kecil, namun setidaknya bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain selama dalam perjalanan.
Menteri Yohana mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar dapat meningkatkan pelayanan dan fasilitas, terutama bagi perempuan dan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana juga sempat melakukan dialog dengan mama-mama Papua yang kerap berjualan di atas kapal. Ketika berdialog, mereka mengaku alasan utama berjualan di atas kapal karena untuk menghidupi keluarga dan membayar uang sekolah anak-anak mereka. Mayoritas suami mereka tidak bekerja sehingga tidak ada pilihan lain selain berjualan meski harus meninggalkan suami dan anak-anak dalam waktu cukup lama.
Yohana mengatakan, sejumlah program Kementerian PP dan PA, salah satunya memfasilitasi kaum perempuan dalam industri kecil atau industri rumahan dapat dimanfaatkan oleh mama-mama Papua untuk membantu menambah pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah, suami, dan anak-anak dalam waktu lama.
“Dalam konteks lebih luas hal ini diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Saya ingin perempuan-perempuan Indonesia, khususnya Papua bisa mandiri dan berdaya,” tutup Menteri Yohana mengakhiri kunjungannya ke kapal Gunung Dempo. (tety)


