07/05/2026
Aktual

Menteri Susi Ajak Masyarakat Datang ke Sail Tomini

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta masyarakat datang ke event Sail Tomini pada 19 September 2015 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ia berharapm even internasional ini bisa membuat daerah Gorontalo menjadi lebih terkenal lagi di dunia.

“Saya harap launching Sail Tomini ini bisa membawa satu promosi, satu daerah Gorontalo bisa dikenal lebih oleh dunia,” ujarnya saat membuka peluncuran Sail Tomini 2015 di Epicentrum, Jakarta, Selasa (5/5).

sail

Dalam kesempatan itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, bersama dengan Menteri Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Prdijanto, Menteri Pendayagagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chisnadi, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi, dan Menteri Koperasi UMKM Anak Agung Ngurah Puspayoga dengan didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memukul gendang sebagai tanda diluncurkannya secara resmi acara Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015.

Dia menceritakan pengalamannya mengikuti Sail Tomini dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) pada 2005. Saat itu, pemilik Susi Air ini berangkat bersama Megawati Soekarnoputri.

“Saya ingat 2005 ikut KRI ke Sail Tomini dengan ibu Mega. Teluk Tomini indah, cantik luar biasa. Dunia dan Indonesia juga perlu tahu kita punya wilayah yang cantik dan kaya dengan kekayaan lautnya,” jelasnya.

Susi mengaku merasa terharu dengan perubahan di teluk tersebut. Tadinya di Teluk Tomini dan Gorontalo masih banyak nelayan yang menangkap ikan dengan bom, namun saat ini sudah tidak ada lagi.

Susi yang juga Ketua Panitia Pusat Sail Tomini, menambahkan, Sail Tomini kegiatan yang sangat penting bagi pembangunan bidang kelautan di Indonesia. Kegiatan ini memformulasikan pembangunan yang berbasis kemaritiman dengan aktivitas pelayaran.

“Sail Tomini tidak hanya membangun bidang kelautan Sulawesi Tengah tetapi juga daerah sekitarnya seperti Gorontalo dan Sulawesi utara, sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,” katanya.

MenKP menegaskan, untuk menciptakan kawasan Teluk Tomini yang bersih, produktif, lestari dan bebas dari gradasi lingkungan, para gubernur harus mengendalikan dan menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan di kawasan tersebut. Juga melakukan pemulihan terhadap lingkungan dan sumber daya kelautan yang telah rusak di Teluk Tomini. Tentunya dengan melibatkan masyarakat dan pengusaha.

Ia pun mengajak stakeholders untuk memfokuskan pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan memanfaatkan fungsi laut secara bijaksana sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk mewujudkan indonesia sebagai negara maritim yang kuat, maju dan mandiri, diperlukan penguatan 3 pilar. Yaitu kedaulatan wilayah, pengelolaan sumberdaya kelautan yang berkelanjutan, dan kesejahteraan rakyat.

Susi menegaskan, pada era pasar bebas Asean, percepatan pembangunan kelautan akan diarahkan kepada sektor perikanan, wisata bahari, perhubungan laut, energi sumberdaya mineral non migas, industri kelautan dan jasa keuangan. Karenanya, bidang kelautan harus dikelola dengan baik karena diprediksi dapat menyumbang devisa negara dalam jumlah cukup besar. (tety)

Leave a Comment