18.1 C
New York
07/05/2026
Aktual

Menteri Puan Minta K/L Rapat Siapkan Check List Monev

JAKARTA (Pos Sore) -­‐ Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PM), Puan Maharani, meminta K/L membuat Check List Monitoring dan Evaluasi (Monev) atas segala program kegiatan sehingga rapat tidak bertele-tele.

“Kita akan tahu kerjaan apa yang harus ditangani kementerian terkait. Ke depan, saya berharap setiap K/L bisa menampilkan Chec List semacam ini di setiap kegiatan rapat,” tegas Puan, usai memimpin Rapat Koordinasi Paripurna Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kantor Kemenko PMK, Selasa (19/1), yang dalam kesempatan itu mengapresiasi Check List Monitoring dan Evaluasi (Monev) Haji yang dilakukan pada 2014.

Rakor ini dihadiri berbagai Kementerian dan Lembaga di bawah Kemenko PMK. Rakor yang dipimpin Menko PMK, Puan Maharani, ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Rakor kali ini membahas berbagai hal terkait bidang PMK. Di antaranya tentang persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, keberlanjutan program Raskin, penyelenggaraan ibadah haji, serta rencana pembangunan techno park dan science park.

“Rakor ini termasuk Rakor Utama di Kemenko PMK. Saya harus menyinergikan dan mengkoordinasikan program-­‐program berbagai Kementerian/Lembaga di bawah PMK agar bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan akan berlangsungnya Asian Games pada 2018,” kata Puan.

Seperti diketahui, pemerintah telah mempersiapkan Provinsi Sumsel, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam penyelenggaraan AG 2018. Pemerintah dengan koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga tengah mempertimbangkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di AG 2018.

“Kepada bapak menpora, saya harapkan agar dapat dikontrol kualitas dan fasilitas yang menunjang prestasi olahraga, terutama persiapan Asean Games dapat memilih cabang olahraga prioritas yang diunggulkan sehingga dapat maksimal meraih prestasi. Karena itu, kita harus menyiapkan pelatih terbaik, gizi atlet yang baik, dan tempat pelatihan yang memadai. Saya juga meminta kepada semua K/L terkait untuk mendukung Asean Games 2018 karena ini merupakan agenda Nasional yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk mencapai sukses dan prestasi bersama,” katanya.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan Ibadah Haji, rakor membahas tentang kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memotong 20 persen dari kuota haji nasional kepada setiap negara. Atas dasar itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan terkait rencana pemotongan jumlah kuota haji tersebut.

Dibahas pula tentang pemondokan calon haji, serta kesehatan calon haji. Kesehatan calon haji menjadi perhatian serius pemerintah mengingat para calon haji Indonesia usianya termasuk tua. P

Rakor juga menyinggung pelaksanaan Raskin. Menurut Menko PMK, pemerintah tetap melanjutkan Raskin hingga akhir tahun 2015. Pemerintah juga mewacanakan pada 2016, Raskin akan digantikan dengan program lain semisal e‐money. Tadinya pemerintah berencana menghapuskan program Raskin pada 2015, namun untuk menjaga stabilitas harga, hal itu urung dilakukan.

Program pemerintah sebelumnya yang juga diperpanjang adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Berbeda dengan Raskin yang sampai akhir tahun 2015, program PNPM rencananya hanya sampai April 2015. Adapun program pemberdayaan kini akan dikerjakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Tentang rencana pembangunan Science Park dan Techno Park, Menko PMK meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera berkoordinasi, khususnya untuk memilih lokasi yang strategis. Dengan lokasi yang strategis, hal itu akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (tety)

Leave a Comment