Possore.com – Satu isu paling menarik berhasil digulirkan calon presiden / wakil presiden no 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno,yaitu tekad membangun infrastruktur tanpa membebani anggaran negara melalui utang. Kebijakan ini akan diwujudkan bila pasangan nomor urut 02 tersebut terpilih.
Dibilang menarik, karena calon presiden petahanan alias Joko Widodo yang selama 4 tahun lebih masa pemerintahannya dikenal gencar membangun infrastruktur. Namun sebagaimana diketahui masyarakat, semua itu dikerjakan melalui penambahan utang pemerintah.
Dan yang lebih menarik, salah satu pembantu Presiden Joko Widodo, mengakui kemungkinan apa yang ditawarkan Prabowo/ Sandiaga Uno. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembangunan infrastruktur tanpa utang bisa dilakukan, jika dilakukan penghematan anggaran.
“Ya kalau semuanya mau menghemat, mungkin bisa,” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12).
Namun Darmin juga menjelaskan, pembangunan infrastruktur saat ini dilakukan tanpa menggunakan utang pemerintah, melainkan investasi dari pihak swasta.
Ia memberi contoh skema pembangunan proyek strategis nasional (PSN). Dari proyek tersebut, dana dari pemerintah hanya sebesar 11%, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 36% dan dari swasta 51%.
“Infrastruktur itu bentuknya bukan utang. Dia (infrastruktur) investasi swasta. Jadi kalau kamu lihat PSN, mungkin APBN-nya cuma 10-11%, yang dari BUMN-BUMD 36% dan swasta 51%,” jelas dia.
Darmin menambahkan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak menggunakan pinajaman. Melainkan investasi dari BUMN maupun swasta.
“Jadi ya, dan itu bukan utang. Dia investasi, dia ambil risiko di situ. Kalau sukses dia untung, kalau kurang sukses ya untungnya sedikit. Kita tidak pinjam, dia investasi di kita,” kata Darmin berkelit.
Sabtu akhir pekan lalu di Ciledug, Jakarta Selatan, Sandiaga Uno mengatakan, “Pak Prabowo dan saya ingin insyaallah infrastruktur kita bangun. Kita bangun juga segi-segi ekonomi lain dan infrastruktur itu tidak perlu membebani utang kepada bangsa kita.”
Dia menjelaskan pembangunan infrastruktur bakal menggunakan pendekatan selain utang. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, bisa dilakukan dengan melibatkan sektor swasta.
“Jadi insyaallah kita ingin negara kita terus membangun, tapi dengan pendekatan lain. Infrastruktur bisa dibangun dengan sektor swasta dilibatkan dengan pendanaan jangka panjang, jangan sampai membebani seperti sekarang anggaran kita,” ujarnya. (sumber: detik.com)
