05/05/2026
Aktual

Mentan Geram Harga Bawang Merah Melonjak

IMG-20160127-WA0002

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menjelaskan melonjaknya harga harga bawang merah karena rantai pasokan yang panjang. Bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan dari tingkat petani.

“Baru saja kami rapat, kami pantau produksi seluruh Indonesia, ternyata harga di lapangan itu sekitar Rp15.000 per kilogram. Bahkan di tingkat petani harganya Rp8.000-Rp15.000 per kg penjualannya,” kata Amran, di kantor Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Rabu (27/1).

Karenanya, ia begitu geram dengan tingginya harga bawang yang bisa mencapai Rp30.000 per kilogram di beberapa daerah. Naik 100% dari harga pasar.

“Petani yang tidur siang malam di lapangan 120 hari mereka mengambil untung hanya 10 persen. Sedangkan pedagang, tiba-tiba datang satu jam mau untung 100%. Apa benar?” tukasnya.

Menurut mentan, Kementerian Perdagangan yang lebih berwenang mengatur harga di tingkat pedagang. Namun, pihaknya tetap akan terus melakukan kordinasi dengan Kementrian Perdagangan.

Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan kordinasi untuk meredam harga komoditas pertanian yang meroket ini. 

Mentan mengklaim harga bawang di lapangan sesungguhnya jauh lebih baik dibandingkan harga bawang merah pada 2013 yang stabil di kisaran Rp20.000-Rp25.000 per kg.

Produksi bawang merah sendiri secara nasional diakui mentan terus mengalami peningkatan. Bahkan pihaknya berhasil menekan impor dan meningkatkan volume ekspor bawang merah pada 2015.

Kementerian Pertanian mencatat jumlah produksi bawang merah sepanjang 2015 mencapai 1,26 juta ton, melebihi kebutuhan nasional yang mencapai 947.385 ton.

Ada pun ekspor bawang merah pada 2015 mencapai 14.149 ton, naik 219 persen dari produksi pada 2014 yang mencapai 4.439 ton.

“Impor pada 2014 itu 87.526 ton, tapi tahun 2015 itu impornya hanya 15.769 ton,” tuturnya. (tety)

Leave a Comment