JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggandeng organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nasional untuk mencanangkan gerakan menanam cabai. PKK Nasional pun sepakat untuk memasyarakatkan gerakan menanam cabe.
“Terlalu cengeng kita, kalau harga cabai naik saja kita teriak-teriak, kita harus mulai menanam per rumah tangga, habis masak kalau masih ada sisa biji cabai buang saja di tanah atau tanam di pot, nanti juga menghasilkan,” kata Amran Sulaiman.
Ia menegaskan hal itu saat menjadi narasumber acara Jambore Nasional Kader PKK 2016 bertema ‘Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menunjang Terwujudnya Ketahanan Keluarga’, di Ancol, Jakarta, Rabu (30/11). Jambore ini dihadiri anggota PKK dari 33 provinsi di Indonesia
Guna mendukung gerakan ini, mentan memberikan sebanyak 10 juta bibit cabai kepada seluruh perwakilan PKK yang hadir untuk mewakili daerahnya masing-masing. Cabai sendiri tanaman yang mudah tumbuh.
“Dari 160 juta ibu anggota PKK di kali saja katakanlah hasilnya banyak, kan tinggal dikalikan cabainya per rumah tangga,” ucap Amran.
Ia juga mengimbau jika ada waktu dan lahan, maka bisa disisipkan dengan menanam sayuran lainnya di dekat rumah, misalnya, kangkung.
Dijelaskan pada kondisi saat ini pertanian di Indonesia tidak ada impor beras lagi tahun ini. Bawang juga tidak impor, bahkan sudah mulai ekspor, serta komoditas jagung impor turun sebesar 60%.
Mentan meminta kepada ibu-ibu PKK untuk menjadi penggerak di daerah masing-masing, dengan menanamkan jiwa kerja keras. Jika hasil panennya bagus, yang merasakan hasilnya juga keluarga.
“Saya yakin jika ini semua berjalan, tidak ada lagi keluhan dan demo mengenai ketimpangan harga pertanian,” ujarnya. (tety)

