JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengajak 100 bupati dan pemangku kepentingan untuk mencapai swasembada jagung. Jagung sendiri salah satu komoditas strategis bagi Indonesia karena sumber bahan baku pakan ternak unggas.
“Unggas, terutama daging ayam dan telur, menyumbang lebih dari 50% sumber protein bagi masyarakat. Potensi Indonesia untuk berswasembada jagung sangat besar. Namun, saat ini Indonesia masih mengimpor jagung untuk memenuhi industri pakan ternak sekitar 3,5 juta ton per tahun,” katanya usai dialog dengan 100 Bupati dalam rangka upaya pencapaian swasemba jagung, di Kementerian Pertanian, Senin (4/5).
Mengapa masih impor? Karena persoalan pengembangan jagung Indonesia cukup kompleks. Misalnya, produksi jagung tersebar di berbagai provinsi dan infrastruktur yang terbatas. Sementara itu, pemasaran jagung hanya terpusat di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Tak heran, jika terjadi disparitas harga antar daerah yang cukup signifikan. Terlebih saat ini, pemerintah belum mengatur tata niaga jagung sehingga harga jagung sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar.
“Untuk mencukupi kebutuhan jagung dalam negeri, pada 2015 pemerintah menetapkan sasaran produksi sebesar 20,313 juta ton atau naik sekitar 5% dibanding produksi tahun 2014,” ujarnya.
Agar swasembada jagung ini tercapai atau diperoleh surplus, pada tahun ini pemerintah juga mencanangkan pertambahan tanam jagung seluas 1 juta hektar, serta tambahan bantuan alat dan mesin pertanaian. Bantuan ini tambahan kegiatan bersumber dari APBNP 2015 di luar kegiatan reguler yang telah ada. Yaitu GPPTT jagung seluas 102 ribu hektar dan bantuan benih jagung bersubsidi seluas 100 ribu hektar.
Namun, yang harus diingat, upaya pencapaian swasembada jagung memerlukan partisipasi aktif dan sinergi antar pemangku kepentingan termasuk swasta dan pemda. Karena itu, dialog dengan bupati daerah sentra jagung dan pemangku kepentingan lainnya diadakan. Tak hanya para Bupati dari seluruh Indonesia, Ketua Komisi IV DPR Anung Pramono, Ditjen Tanaman Pangan, dan lainnya pun turut hadir dalam diskusi.
“Dengan dialog ini diharapkan akan diperoleh komitmen dari bupati untuk mengembangkan jagung di wilayahnya masing-masing sekaligus mengetahui permasalahan yang muncul di lapangan dan potensi pengembangannya,” katanya.
Amran menambahkan tahun ini bakal segera diberikan bantuan traktor kepada setiap kabupaten yang bersumber dari biaya dinas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 4,1 triliun. Ia menekankan, kini sudah saatnya pertanian lebih fokus, tak hanya swasembada jagung tapi juga kedelai dan lainnya.
Ia berharap hasil dari dialog ini dapat tercapainya peningkatan produksi jagung nasional, jaminan pasar jagung, dan jaminan ketersediaan jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak. Tindak lanjut dari pertemuan ini, akan dirumuskan program pengembangan jagung di tahun-tahun mendatang. (tety)
