08/05/2026
Aktual

Menristek Buka Pameran Foto SM-3T: ‘Melahirkan Sang Penyayang’

Guru-terpencil

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti), Mohamad Nasir, meresmikan pameran foto tentang gambaran pengabdian guru serjana mengajar daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau SM-3T. Pameran foto bertemakan ‘Melahirkan Sang Penyayang’ ini mengisahkan para guru yang mengabdi di tempat 3T.

“Guru SM-3T selain menjadi pendidik juga menjadi orangtua kedua. Selain mengajarkan pelajaran di sekolah, juga mengajarkan cara menggosok gigi dengan baik, sesuatu hal yang seharusnya didapatkan dari orangtua,” kata menristek, di gedung Pendidikan Tinggi, Jumat (26/6).

Menurutnya, pameran SM-3T ini salah satu cara menghasilkan guru yang berkualitas. Ikhtiar yang dilakukan guru SM-3T merupakan satu pengabdian yang dapat membentuk Indonesia baru. Sejauh ini dengan jumlah program SM-3T telah mencapai 10.290 alumni.

“Saya mengapresiasi dan sangat mendukung pameran ini, juga program yang telah berjalan lima tahun ini. Kita semua telah menyaksikan bersama atau mendengar testimoni terhadap program SM-3T dan juga adanya satu pameran foto bertajuk Melahirkan Sang Penyayang,” tambahnya.

Program SM-3T sendiri merupakan program unggulan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang digulirkan sejak 2011.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menjadi penggagas SM-3T, Supriadi Rustad, mengatakan, pameran foto ini merupakan potret hasil kunjungan ke daerah-daerah.

“Saya terperangah ketika melihat foto seorang guru yang memberi pelajaran tentang mandi dan menggosok gigi di Jayawijaya, Papua. Seorang guru tidak hanya bekerja dan mendapatkan gaji tetapi juga orang yang penyayang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan kunjungan, keberadaan guru SM-3T dapat mengubah budaya mendidik anak dengan mengedepankan kasih sayang mengingat di sejumlah daerah masih banyak terjadi kekerasan dipakai cara untuk mendidik anak.

Menjangkau daerah 3T tidak mudah, seperti di Lanny Jaya, Jaya Wijaya, perjalanannya jauh dan sulit. Namun mereka bagian dari Indonesia yang perlu mendapat perhatian pemerintah Indones supaya mereka merasa bagian dari Indonesia.

Dalam pameran foto tersebut dipamerkan peserta SM3T mengajar di Papua, NTT, Aceh, juga daerah terpencil lainnya. Kebanyakan anak-anak terlihat belajar di luar kelas bersama guru SM3T. Belajar di halaman sekolah penuh rumput atau belajar di bawah pohon sambil bermain membuat para siswa ceria. Mereka bahagia meski bajunya tampak sederhana berlatar pemandangan indah daerah-daerah terpencil. (tety)

Leave a Comment