13.9 C
New York
04/05/2026
Aktual

Menkop UKM Harap Ponpes Mampu Cetak Social Enterpreneur

TULUNGAGUNG (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap peran yang besar dari pondok pesantren dalam mencetak wirausaha yang tangguh dan mandiri. Karena berbasis agama, pondok pesantren mampu menciptakan sosok social enterpreneur yang tidak sekadar mencari untung semata.

“Melainkan wirausaha yang bisa memberikan benefit untuk kehidupan sosial masyarakat sekitar,” kata Puspayoga saat meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri 2 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/12).

Pondok Pesantren Mukmin Mandiri ini berbasis agriwisata dan agribisnis. Didirikan pada 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur. Produk kopi produksi mereka dengan merek Kopi Raja telah mampu menembus pasar ekspor (Cina, Dubai, dan Melbourne).

“Saya percaya, di atas lahan 650 hektar di Tulungagung ini, Ponpes Mukmin Mandiri mampu terus mengembangkan unit usahanya dan jiwa enterpreneurship para santrinya,” tukas Puspayoga.

Puspayoga juga meyakini pondok pesantren mampu mencetak pengusaha yang tidak hanya kaya harta, tapi juga kaya hati. Tidak hanya untuk ilmu keagamaan tapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk menjadi wirausaha.

Menurutnya, peluang para santri pondok pesantren untuk menjadi pengusaha terbuka sangat lebar. Terlebih banyak program pemerintah yang berpihak kepada pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Misalnya, Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Saat ini, suku bunga KUR sudah menjadi 7% pertahun dari sebelumnya sebesar 22%,” ujar Puspayoga.

Begitu juga dengan kebijakan pajak UKM yang sudah diturunkan menjadi 0,5%. Karenanya, peluang-peluang tersebut harus mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya oleh para santri pondok pesantren, untuk menjadi seorang wirausaha.

Puspayoga mengingatkan, saat ini sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Era di mana untuk menjadi seorang pengusaha terbuka sangat lebar. Di era ini, untuk menjadi pedagang, tak perlu lagi harus memiliki toko atau ruko.

“Untuk menjadi pengusaha hotel tidak perlu lagi harus memiliki kamar hotel. Untuk menjadi pengusaha restoran tidak harus memiliki restoran. Begitu juga dengan pengusaha taksi, tak harus lagi memiliki mobil. Semua bisa dijalankan dengan teknologi melalui smartphone,” kata Puspayoga.

Karena itu, Puspayoga meminta para santri pondok pesantren untuk memanfaatkan kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini dengan sebaik-baiknya. “Kalau kita tidak mampu memanfaatkan peluang itu, maka kita hanya akan menjadi penonton atau pasar dari maraknya produk luar. Di sinilah peran dari pondok pesantren untuk mampu mewujudkan itu”, tegas Puspayoga. (tety)

Leave a Comment