-
Menkop Puspayoga saat menyerahkan bantuan program revitalisasi pasar trasidisional senilai Rp900 juta dalam kunjungannya ke Bali
JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menargetkan dalam waktu minimal lima tahun ke depan, koperasi di Indonesia bisa sejajar dengan perusahaan BUMN. Menteri mengatakan kementeriannya telah mengembangkan beragam program yang memungkinkan target itu bisa terwujud.
“Sejumlah program pendukung penguatan koperasi yang dikembangkan di antaranya penyusunan database koperasi dan memangkas bunga KUR. Pokoknya kantong UKM kita upayakan bisa bertambah. Untuk apa kantong ini, untuk nambah modal bisa kan begitu untuk sewa kios bisa untuk beli toko bisa ada suatu realita yang dia dapatkan ketika dia dagang,” katanya, setelah kunjungan kerjanya ke Bali, Minggu (28/6).
Terkait perlu tidaknya bank koperasi, Puspayoga menilai Indonesia tidak memerlukan lebih banyak lembaga namun hanya perlu mengoptimalkan yang sudah ada, misalnya cukup dengan memangkas suku bunga KUR.
“Saya pikir kalau ini dioptimalkan tidak perlu lagi, kalau sudah dioptimalkan buat apa bikin lembaga lagi, ,Indonesia juga punya Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUKM. Mungkin bukan lembaganya, berani tidak bank itu memberi 9 persen tahun depan,” katanya.
Selain itu ada tiga proyek bernama kredit usaha produktif yang saat ini telah berjalan di Kudus, Jawa Tengah, dan sedang diupayakan agar bisa direplikasi di kabupaten-kabupaten lain di Indonesia. Di samping pihaknya juga mengembangkan program Izin Usaha Mikro Kecil, akta notaris gratis, dan hak cipta yang gratis bagi KUMKM.
Karenanya, Puspayoga optimistis koperasi di Indonesia bisa besar karena sebagian besar di antaranya juga telah membuktikan diri sebagai badan usaha yang mampu bersaing dengan pelaku usaha lain.
“Saya optimis, apa sebab sudah banyak koperasi kita berskala besar, kita optimis bisa besar karena sudah ada contoh,” katanya. (tety)

