JAKARTA (Pos Sore) — Potensi herbal sebagai bahan jamu mencapai triliunan rupiah. Hal ini didukung potensi kekayaan bahan baku herbal yang melimpah. Potensi ini menumbuhsuburkan industri jamu Tanah Air.
Saat ini terdapat 1.247 industri jamu. Sebanyak 129 unit di antaranya berupa industri obat tradisional (IOT). Selebihnya golongan Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
“Pemerintah berkomitmen mendukung dan memfasilitasi industri jamu ini,” janji Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, menandaskan, usai acara ‘Minum Jamu Bersama’, di gedung Kemenkop UKM, Jakarta, Jumat (9/1).
Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, Menteri Perdagangan, Rahmad Gobel, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria Ferry Mursidan Baldan, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri Pertanian, Ahman Sulaiman, dan Kepala BPOM Alex Sparingga.
Dikatakan, industri jamu menjanjikan banyak peluang kerja karena mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 15 juta orang. Sebanyak 3 juta di antaranya terserap di industri jamu tradisional, sedangkan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang berkembang ke arah makanan, minuman, food supplement, spa aroma terapi dan kosmetik.
Sayangnya, lanjut menkop, potensi industri jamu nasional masih jauh lebih rendah dari potensi pasar produk jamu dalam negeri yang nilainya mencapai Rp 21 triliun.
ββIni yang menjadi komitmen kita, agar masyarakat yang terkoneksi pada industri kecil seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraannya. Penjualan jamu tradisional tahun lalu mencapai Rp 15 triliun,ββ kata mantan Wagub Bali ini.
Dikatakan, Hongkong adalah pasar ekspor bahan baku obat herbal atau jamu Indonesia terbesar. Angkanya mencapai 730 ton atau 647 ribu dolar AS, disusul Jerman sebesar 155 ton atau senilai 112,4 ribu dolar AS. Sedangkan target ekspor lainnya adalah Taiwan, Jepang, Korsel dan Malaysia. Diperkirakan, lima tahun mendatang nilai pasar obat herbal dunia mencapai 150 miliar dolar AS. (tety)
