20.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Menkop: ICSB Harus Fokus Bidik Pasar Ekspor

DENPASAR (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendorong International Council for Small Business (ICSB) Indonesia membangun UKM yang berorientasi ke pasar ekspor. Karenanya,ICSB harus fokus membidik pasar ekspor mengingat jaringan pemasaran ICSB yang ada di seluruh dunia.

Puspayoga menegaskan hal itu pada acara Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Koperasi dan UKM 2019 yang disinergikan dengan Rakernas Khusus ICSB Indonesia, di Kota Denpasar, Bali, Jumat (23/8). Hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Bali Tjok Ace, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diani, Walikota Denpasar Rai Mantra, Presiden ICSB Dunia Ahmed Osman, dan Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kertajaya,

Menkop melanjutkan, pemerintah sudah memiliki program strategis pendorong UKM ekspor, yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dengan KITE, produk UKM yang memiliki bahan baku impor dengan tujuan ekspor, maka akan dikenakan tarif 0%. Begitu juga dengan tarif ekspor 0%.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang memiliki kinerja ekspor bagus. Sebut saja, Bali (Bangli dan Denpasar), serta Jawa Tengah (Boyolali). Dengan meningkatkan ekspor produk UKM, berarti turut membantu pertumbuhan perekonomian nasional. Menkop berharap ICSB dan seluruh pelaku UKM di Indonesia bisa memanfaatkan program KITE.

“Kalau kita fokus mengembangkan pariwisata, maka sama saja kita sedang meningkatkan produk UKM. Karena, sektor pariwisata itu selalu bergandengan dengan UKM. Kalau kinerja sektor pariwisata meningkat, otomatis sektor UKM pun akan meningkat pula. Karenanya, dituntut kreatifitas dalam memadukan pariwisata dan UKM,” tegasnya.

Puspayoga pun lantas bercerita sejarah panjang Bali yang akhirnya menjadi destinasi wisata terbaik dunia. Yang diawali pada zaman kerajaan Ubud ratusan tahun lalu, pihak Kerajaan Ubud mengundang tokoh-tokoh dunia untuk datang dan menetap di Pulau Bali. Dan secara tidak langsung ikut mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Dan, ternyata, Raja Ubud adalah leluhurnya Wagub Bali Tjok Ace.

Dalam perkembangannya, leluhurnya Walikota Denpasar Rai Mantra yang mengembangkan Bali menjadi destinasi wisata budaya. “Jadi, ada dua tokoh yaitu Tjok Ace dan Rai Mantra, yang keturunan dari tokoh-tokoh terkenal dalam membangun dan mengembangkan Bali hingga terkenal seperti sekarang ini,” kata Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kertajaya mengatakan, agenda utama Rakernas Khusus ini adalah Policy Maker’s Brief yang menghadirkan pandangan-pandangan beberapa kementerian/lembaga terkait penguatan UKM di Indonesia. Forum ini diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi bagi penguatan ekspor oleh pelaku UKM di Indonesia.

Hermawan juga untuk menekankan pentingnya kewirausahaan dalam mendukung pembentukan keluarga mandiri. Salah satunya, pelibatan BKKBN di dalam strategi ini sangat penting karena dapat mengaitkan penguatan UKM dengan pembentukan keluarga-keluarga yang mandiri secara ekonomi di Indonesia.

Sementara itu, Walikota Denpasar Rai Mantra menyebutkan, kehadiran dan peran ICSB dalam pengembangan produk UKM khususnya di Bali, menjadi sangat strategis. Ini harus menjadi momen penting dalam meningkatkan UKM, khususnya di Denpasar.

Untuk itu, kata Rai Mantra, pihaknya sudah mengeluarkan kebijakan untuk memudahkan pelaku UKM mendapat legalitas usaha. Baginya, legalitas UKM tidak boleh dipersulit. Di Denpasar, ijin usaha untuk UKM, khususnya usaha mikro dan kecil, cukup di tingkat kecamatan. Dan dengan legalitas tersebut, bisa langsung menuju akses permodalan ke perbankan, untuk kredit Rp1 juta sampai Rp25 juta.

Dengan kebijakan itu, Rai Mantra optimis ke depan dapat lebih meningkatkan jumlah wirausaha di Denpasar. Saat ini, jumlah wirausaha di Denpasar tercatat sebanyak 31 ribu dengan tingkat pertumbuhan pertahun sebanyak 1.500 wirausaha. (tety)

Leave a Comment