05/05/2026
Aktual

Menkop Bangga Kisel Masuk 100 Koperasi Terbesar Dunia

    Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno menerima secara simbolis laporan dari Ketua Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) Suryo Hadiyanto sebagai peringkat 94 dari 300 Koperasi besar dunia oleh World Cooperative Monitor Award kategori Other Services Based on Turnover/GDP Per Capita 2018.

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Kisel (Koperasi Telekomunikasi Seluler) yang masuk menjadi salah satu koperasi terbesar di dunia.

Kisel yang merupakan koperasi milik karyawan operator seluler Telkomsel ini berada pada urutan nomer 94 terbesar dunia versi World Cooperative Monitor (WCM). Kisel menjadi satu-satunya koperasi dari indonesia yang tercantum namanya dalam jajaran peringkat koperasi dunia.

Sebelumnya, Kisel mendapatkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan menduduki peringkat ke-128 dari seluruh koperasi di dunia pada 2014.

Rilis WCM tahun 2018 menggunakan data tahun buku 2016 dengan omzet Kisel sebesar Rp, 5,7 triliun.

Tentunya ini menjadi kabar menggembirakan khususnya bagi perkoperasian di Indonesia. Kementerian sendiri telah mengeluarkan kebijakan reformasi total koperasi yang dilaksanakan dalam tiga langkah strategis yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan.

“Kita senang dan bangga ada koperasi Indonesia yang masuk salah satu koperasi terbesar dunia, semoga ini bisa dicontoh oleh koperasi-koperasi lainnya agar tumbuh besar dan profesional,” ungkap Puspayoga, di Jakarta, Jumat (5/7).

Dalam laporan tahunan yang dirilis WCM 2018, Kisel menduduki peringkat 1 untuk kategori Other Services atau jasa lainnya dengan penilaian berbasis rasio pendapatan koperasi berbanding PDB Nasional. Di kategori ini, Kisel mengungguli Selectour dari Perancis dan Kiperasi Permodalan Felda Malaysia Berhad.

Kisel memang bukan kali ini saja masuk dalam jajaran koperasi terbesar di dunia. Pada 2014, WCM merilis Kisel ada di urutan ke 128 dunia berdasarkan rasio omzet PDB nasional.

Pihaknya sangat bersyukur dengan pencapaian ini karena Kisel turut membawa nama besar koperasi Indonesia di mata dunia. Terlebih terlihat dari peringkat, menunjukkan kenaikan posisi Kisel dari rilis sebelumnya.

“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk selalu meningkatkan performa dari tahun ke tahun,” kata Ketua Koperasi Kisel Suryo Hadiyanto. Kisel sendiri terbentuk pada 23 Oktober 1996.

Koperasi yang dipimpinnya pun menargetkan pendapatan sebesar Rp6 triliun. Saat ini sampai bulan ini, Kisel mencatat pendapatan sudah mencapai Rp 600 miliar. Diharapkan tahun depannya lagi bisa mencapai Rp7 triliun.

Koperasi yang memiliki omset Rp 6 Triliun ini berkecimpung dalam bisnis distribusi dan penjualan produk telekomunikasi, jasa infrastruktur telekomunikasi dan power enginering dan jasa umum.

Kini Kisel pun membidik bisnis digital dengan membangun platform, channel, dan aplikasi yang terintegrasi dengan bisnis eksistingnya sehingga ke depan diharapkan Kisel semakin mantap berpartisipasi aktif dalam era industri 4.0.

Untuk mendukung hal tersebut Kisel mencanangkan transformasi bisnis dan organisasi dengan mengedepankan people procedure dan system. (tety)

Leave a Comment