JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.
Lima menteri ini memaparkan hasil capaian tahun lalu dan program kerja 2017. Menteri Desa, misalnya, mengatakan ada empat program yang difokuskan pada tahun ini, yaitu produk unggulan desa, embung desa, sarana olahraga, dan BUMDes.
Untuk program unggulan desa, bertumpu pada bidang kewirausahaan yang mengajak setiap desa untuk fokus dalam pengelolaan satu produk unggulan dari setiap desa.
“Dengan adanya produk unggulan desa atau one village one product maka akan memicu pembangunan ekonomi strategis dari desa ke level kabupaten, bahkan juga di tingkat nasional,” kata mendes, di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (17/1).
Sementara untuk program embung desa dimaksudkan setiap desa di Indonesia diwajibkan memiliki embung tadah hujan. Sarana penampungan air hujan ini wajib ada untuk keperluan pengairan desa.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan embung di desa itu diperkirakan mencapai Rp300 juta sampai Rp500 juta,” papar mendes,
Dengan anggaran tersebut, desa dianggap mampu membangun embung yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kemajuan desa. Pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun yang dialokasikan ke dalam Dana Desa.
“Embung itu kan bisa buat irigasi, perikanan, sektor pariwisata juga bisa. Bahkan dengan adanya rembung, pendapatan masyarakat di sektor pertanian khususnya, bisa menjadi dua kali lipat,” ujarnya.
Untuk program sarana olahraga dimaksudkan agar ada tempat aktifitas fisik dan tempat berkumpul bagi masyarakat desa. Di sarana olahraga tersebut juga ada tempat berjualan yang diharapkan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi di desa.
“Sedangkan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, akan menggerakkan perekonomian dan ke depannya tidak hanya mengandalkan Dana Desa untuk membangun desanya. Dana desa hanya stimulus,” paparnya.
Dengan BUMDes, desa tersebut isa bmempunyai pendapatan lainnya yang diharapkan suatu saat bisa lebih besar dari Dana Desa yang diberikan oleh pemerintah pusat. Katanya, banyak desa yang sudah berhasil memiliki pendapatan lebih besar dari Dana Desa yang diturunkan dari pusat, provinsi, atau kabupaten.
Sementara itu, Menteri Kesehatan mengatakan program tahun ini fokus pada penurunan angka kematian ibu, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, peningkatan gizi di desa, serta meningkatkan pelayanan posyandu dan polides.
“Kita harus pastikan seluruh program bidang PMK dapat berjalan, sehingga target sasaran pembangunan nasional bidang PMK dapat tercapai. Dengan demikian rakyat merasakan negara hadir di tengah masyarakat,” tegas Menko PMK. (tety)
