18.1 C
New York
07/05/2026
Aktual

Menko PMK: Revolusi Mental Sejak Usia Dini

BANDUNG (Pos Sore)-– Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menekankan pentingnya implementasi program Revolusi Mental yang dimulai sejak anak usia dini. Revolusi Mental yang dimaksud berupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pembiasaan gizi seimbang.

“Diharapkan, jika diajarkan sejak dini, berbagai kegiatan positif ini akan dapat mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” kata Puan.

Puan menegaskan hal itu saat berkunjung di SMPN 1 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya Gizi Seimbang, Rabu (28/1). Kampanye ini mendapat dukungan perusahaan nasional, The Tempo Group.

Menko PMK berharap, para siswa semakin memahami pentingnya sadar gizi dan imunisasi dini, yang kelak akan diimplementasikannya pada saat dewasa nanti. Dengan demikian, dapat menurunkan angka kematian ibu melahirkan, kematian bayi, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan mempersiapkan generasi muda untuk lebih siap dan berkualitas untuk menghadapi tantangan global.

Direktur The Tempo Group, Aviaska Diah Respati, mengatakan, pihaknya mendukung kampanye tersebut. Menurutnya, perusahaan juga bertanggung jawab meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yang dimulai sejak dini.

“Kami berkomitmen berkontribusi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan program pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, Menko Puan juga mengingatkan para siswa agar melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan menengah atas. Hal ini sejalan dengan program pemerintah wajib belajar 12 tahun.

“Tidak ada alasan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk tidak melanjutkan pendidikan,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, menyediakan Program Indonesia Pintar sebagai jaminan untuk anak-anak menyelesaikan pendidikan hingga jenjang pendidikan menengah atas.

Menurutnya, dengan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang pendidikan menengah atas, secara tidak langsung akan menunda usia pernikahan dini dengan terbentuknya GenRe (Generasi Berencana), yang diharapkan pernikahan dini akan berkurang.

Menko Puan juga mengunjungi SD Kartika X-3 Parongpong dan Puskesmas Cisarua. Kunjungan ini bagian dari implementasi Kunjungan ke puskesmas, Puan ingin memastikan apakah Program Indonesia Sehat dengan kartu KIS berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di Desa Pasir Halang, Menko PMK ingin menyaksikan pembagian beras raskin secara langsung dan memastikan yang menjadikan hak rakyat diterima dengan baik.

Di akhir kunjungan, Menko PMK meresmikan Pelatihan NKRI dari generasi muda (pemuda, mahasiswa, pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka, dan para peneliti muda) yang akan dipersiapkan untuk melaksanakan Ekspedisi NKRI ke pulau Bali dan Nusa Tenggara pada Februari hingga September 2015. (tety)

Leave a Comment