06/05/2026
Aktual

Menko PMK: Produk Kesehatan Indonesia Harus Dimanfaatkan

img-20161118-wa0006

JAKARTA (Pos Sore) — Pertumbuhan industri alat kesehatan (alkes) produksi dalam negeri tahun ini meningkat dari 193 menjadi 211 industri. Jenis alkes juga meningkat dari 255 menjadi 261 jenis alkes. Sayangnya, saat ini produk alat kesehatan import yang beredar mencapai 90 persen.

Untuk menghentikan ketergantungan impor dari negara lain, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian bersinergi mendorong industri untuk memproduksi alat-alat kesehatan yang lebih inovatif.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, mengatakan, pemerintah juga telah memberikan perhatian khusus terkait industri farmasi dan alat kesehatan dengan mengeluarkan Inpres No.6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Berkaitan dengan ini, pemerintah sudah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai upaya untuk memberikan layanan kesehatan yang baik terutama bagi masyarakat miskin.

“Setiap program yang dibuat pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional juga nantinya sudah harus menggunakan produk-produk yang sudah dapat diproduksi dalam negeri secara inovatif,” kata Puan.

Menko PMK menegaskan hal itu saat membuka Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri 2016, di JIExpo Kemayoran. Acara ini salah satu rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang diperingati setiap 12 November.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK turut membanggakan berbagai hasil riset di bidang kesehatan yang dibuat oleh mahasiswa Indonesia. Ia juga meminta semua pihak untuk mendorong berbagai hasil riset itu agar dapat diproduksi industri sehingga mampu bersaing di pasar global.

“Alangkah indahnya jika pelayanan kesehatan menggunakan produksi dalam negeri. Apalagi, sebenarnya kita sudah bisa inovatif dan memproduksi sendiri. Misalnya, membuat tiang infus. Bahkan alat cuci darah kita juga sudah punya. Ini harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, sehat bukan berarti menjadi sakit kemudian berobat agar tidak sakit lagi, melainkan senantiasa mengedepankan sikap preventif untuk mencegah agar tidak sakit.

“Marilah kita bergotong royong dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang sehat dengan mendorong industri kesehatan dan alat kesehatan nasional,” tegasnya.

Menko PMK bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, dan Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf meninjau stand-stand peserta pameran kesehatan. (tety)

Leave a Comment