08/05/2026
Aktual

Menko PMK: Pondok Pesantren Berperan Penting Cerdaskan Bangsa

JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengatakan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan, memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di pondok pesantren, para santri juga dapat mengembangkan nilai-nilai karakter unggul.

“Pembentukan dan pendidikan karakter tidak dapat hanya semata-mata melalui bangku sekolah, melainkan penanaman nilai-nilai tersebut diagendakan dalam aktivitas sosial, dalam hal ini santri mendapat bimbingan dan keteladan langsung oleh para uztadnya yang memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren,” tegasnya.

Puan menegaskan hal itu saat meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Madrasah dan Pondok Pesantren, bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (1/7).

Menurutnya, dari tahun ke tahun madrasah dan pondok pesantren berkembang pesat bersaing dan sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya. Mulai dari kualitas sarana, prasarana, ustadz, guru, dan santri. Meski demikian, masih banyak pondok pesantren dan madrasah yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu, Menteri Agama menjelaskan, program peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan Islam merupakan program kerjasama antara Kemenko PMK, Kementerian Agama, dan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia. Anggaran yang digulirkan sebesar Rp35 miliar rupiah yang bersumber dari para muzaki pegawai Bank Rakyat Indonesia.

Program ini memberikan bantuan kepada 151 madrasah/pondok pesantren di seluruh Indonesia ditambah 53 ponpes/madrasah lanjutan program 2014. Dengan begitu, total di tahun 2015 ada 204 ponpes/madrasah yang mendapatkan bantuan dari program ini. Bantuan yang diberikan berupa beasiswa, bantuan apresiasi pendidik, bantuan sarana, prasarana dan Badan Usaha Milik Pesantren.

“Semangat keberpihakan kepada komunitas pesantren dan madrasah sangat penting, mengingat dari 76.551 madrasah, sebanyak 91 persen di antaranya adalah lembaga swasta yang lahir dan tumbuh dari masyarakat. Sisanya yang 9 persen adalah negeri,” katanya.

Dikatakan, secara umum program ini bertujuan untuk membangun kemandirian madrasah dan pondok pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan secara khusus, agar terpenuhinya kebutuhan operasional madrasah dan pondok pesantren, terbangunnya sarana fisik dalam peningkatan kualitas madrasah dan pondok pesantren, serta kegiatan usaha sebagai wahana pembelajaraqn kewirausahaan bagi siswa dan santri, bahkan masyarakat. (tety)

Leave a Comment