12.5 C
New York
10/05/2026
Aktual

Menko PMK: Persiapan Haji Sudah Final

JAKARTA (Pos Sore) – Pelaksanaan ibadah haji sebentar lagi. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memastikan semua persiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah mendekati final. Mulai dari persiapan pemondokan, pembagian kloter, jadwal keberangkatan hingga penanganan layanan kesehatan jamaah.

“Kloter pertama Insya Allah berangkat pada 21 Agustus 2015 dan kloter terakhir 17 September,” kata Puan usai Rakor Tingkat Menteri tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015, di Kemenko PMK, Selasa (11/8), yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Data Kementerian Agama, jumlah jamaah haji tahun ini tercatat 168.800 orang. Mereka akan ditempatkan di 6 pemondokan di Mekkah dan 3 pemondokan di Madinah. Jarak pemondokan di Madinah berada di bawah radius 1 Km. Tetapi untuk yang di Mekkah, karena ada renovasi besar-besaran di masjidil Haram, maka jarak pemondokan jamaah agak jauh. Berkisar antara 2 km hingga 4 km dari masjidil Haram.

Untuk mereka yang pemondokannya jauh, pemerintah akan memfasilitasi dengan bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam penuh.

“Koordinasi lintas sektor sudah kita lakukan, mudah-mudahan penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik,” tambah Puan.

Meski semua persiapan sudah dilakukan sebaik mungkin, pemerintah tetap melakukan berbagai antisipasi. Utamanya terkait dengan calon jamaah haji yang berisiko tinggi (risti) karena sakit jantung, diabetes maupun karena faktor lanjut usia.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan ada 142 calon jamaah haji yang kesehatannya ‘kartu merah.’ Terhadap mereka pemerintah terus melakukan pemantauan hingga H-3 pemberangkatan. Jika pada waktunya ternyata tidak mungkin berangkat, maka calon jamaah haji tersebut akan diprioritaskan pada tahun berikutnya.

“Jadi kepada mereka yang memang berisiko tinggi, kita tidak akan paksakan untuk berangkat,” katanya.

Menkes juga mengingatkan kasus mers-cov yang kini tengah merebak di Arab Saudi. Dan untuk menjaga segala kemungkinan buruk, para jamaah dihimbau tetap menggunakan masker, tidak mengonsumsi susu onta yang belum direbus, tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan, konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

“Penularan juga bisa terjadi di rumah sakit. Karenanya, kalau tidak sakit serius tidak usah ke rumah sakit,” tambah menkes. (tety)

Leave a Comment