9.1 C
New York
27/04/2026
AktualKesra

Menko PMK: PAUD Berperan Penting Wujudkan SDM Unggul

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, berpandangan, jenjang pendidikan paling dasar, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat berperan penting dalam mewujudkan SDM unggul, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian pada anak.

“Baik itu nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai sosial, nilai-nilai kepribadian itu harus sudah ditanamkan sejak dini yaitu pada saat anak-anak usia dini ini, dan itu tanggung jawab dari PAUD,” ujarnya saat membuka seminar online bertajuk ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’, yang diadakan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Selasa (4/8/2020).

Seminar dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 itu menghadirkan narasumber Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jumeri S.TP, M.Si, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Hetifah Sjaefudian, MPP, dan Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang juga Rektor Universitas Yarsi.

Menko Muhadjir mengatakan, di tahap usia dini cukup banyak hambatan yang dapat menggagalkan persiapan menuju SDM unggul. Seperti rendahnya kesadaran orang tua dalam memberikan pendidikan dan penanaman nilai-nilai kepribadian, serta rendahnya kesadaran dalam memberikan asupan gizi pada anak.

“Ada beberapa tantangan dalam pembangunan sumberdaya manusia unggul. Tantangan pertama, adalah malnutrisi atau stunting yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Kedua, penanaman nilai-nilai kepribadian pada anak,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Muhadjir, peran PAUD dan Kowani sebagai organisasi pencetus PAUD sangat strategis dalam menangani hambatan tersebut. Kowani, imbuhnya, juga perlu memperhatikan dan berkontribusi menyiapkan rumah tangga yang siap untuk melahirkan generasi unggul dan tidak stunting.

Pemerintah, katanya, juga telah melakukan langkah afirmasi untuk meningkatkan PAUD. Kemendikbud bersama dengan Kementerian Desa menyiapkan minimal satu PAUD di setiap desa di seluruh Indonesia yang juga bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

“Kerja sama dengan pemda menjadi sangat penting, untuk Kowani terutama. Bagaimana menggandeng pemda supaya lapisan paling bawah yaitu di mana basis keluarga itu ada dan juga di mana pendidikan untuk awal anak itu ada itu betul-betul diperhatikan secara serius,” jelasnya.

Peran PAUD dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian juga harus melalui kerja sama dengan orang tua. Hal tersebut, tegas Muhadjir, menjadi sangat mutlak. Menurutnya, PAUD hanya berkontribusi sebesar 25% dari total pertumbuhan kepribadian anak. Sedangkan 75% akan ditentukan oleh orang tuanya. Karena itu kerja sama antara PAUD dengan orang tua juga menjadi sangat penting.

“Karena guru PAUD lebih tahu daripada orang tuanya dalam hal tertentu saja. Karena itu, harus ada berbagi antara guru PAUD dengan orang tua. Jangan sampai guru PAUD tidak tahu persis bagaimana latar belakang, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di dalam masing-masing keluarga dari anak-anak yang sedang dididiknya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto, menyampaikan, layanan pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan dan kebudayaan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyediaan Layanan PAUD yang diarahkan sebagai bagian dalam meningkatkan ekosistem pendidikan yang membangun lingkungan belajar nyaman, aman dan menyenangkan untuk anak belajar.

“Dan layanan PAUD seyogyanya harus dapat memenuhi hak-hak anak khususnya hak memperoleh stimulasi pendidikan, hak bermain dan hak memperoleh perlindungan,” tegas Giwo seraya menambahkan, seminar ini sejalan dengan program kerja hasil Kongres ke XXV yaitu meningkatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi para perempuan Indonesia melalui pendidikan yang diselenggarakan di dalam keluarga dan lingkungan masyarakat, sesuai dengan perkembangan zaman.

“Meski saat ini kita sedang berada dalam masa keprihatinan dengan adanya pandemi Covid-19, namun pendidikan tetap harus berjalan agar anak-anak terpenuhi kebutuhan stimulasi pendidikannya,” katanya.

Sebagai organisasi perempuan Indonesia yang tertua dan terbesar dengan 97 anggota organisasi di tingkat pusat dan lebih dari 87 juta anggota perempuan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, Giwo menyakini, peran Ibu Bangsa akan berjalan optimal. “Karena Kowani dapat menggerakkan masyarakat, menjadi corong serta pendidik utama dan pertama didalam keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” ujarnya. (tety)


Leave a Comment