JAKARTA (Pos Sore)– Kasus meninggalnya dua pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang pada Rabu (12/2) menyisakan kedukaan yang mendalam bagi Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek. Ia mengaku sangat prihatin.
“Tentu saya terkejut dan sangat prihatin dalam hal ini. Saya berharap kasus ini tak terulang lagi,” tandas Nila dalam jumpa pers di Gedung Kementerian RI, Rabu (18/2).
Menkes mengaku pertama kali mengetahui adanya peristiwa duka itu dari Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno Sutarjo pada Sabtu (14/2) pagi. Saat kejadian, Nila tengah berada di Bali untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Ia pun lantas langsung berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Maura Linda Sitanggang.
“Kami juga meminta RS Siloam dan PT Kalbe Farma untuk memberikan keterangannya terkait dengan kasus ini hingga membuat dua pasien meninggal. Namun, sepengetahuan kami, ini adalah kasus pertama. Sebelumnya belum pernah terjadi,” ungkap Menkes Nila.
Atas kejadian itu seluruh produk Buvanest Spinal ditarik dari pasaran. Begitu pula dengan produk asam traneksamat untuk dua batch yang berdekatan.
Sebagaimana diberitakan, dua pasien di RS Siloam Karawaci, Tangerang meninggal dunia setelah diberi injeksi Buvanest Spinal produk PT Kalbe Farma. Namun, setelah tindakan itu kedua pasien mengalami gatal-gatal, hingga kejang. Pasien adalah seorang wanita yang menjalani operasi caesar dan seorang laki-laki yang menjalani operasi urologi. Keduanya langsung dibawa ke ruang ICU. Namun, kurang dari 24 jam nyawanya tak tertolong.
Hasil pemeriksaan sementara, Buvanest Spinal yang diberikan ternyata bukan berisi Bupivacaine yang merupakan obat bius, akan tetapi berisi asam traneksamat golongan antifibrinolitik yang bekerja mengurangi pendarahan. Pihak RS Siloam mengaku sudah melakukan tindakan operasi sesuai prosedur. (tety)
