JAKARTA (Pos Sore) — Tren penggunaan kacamata belakangan ini cenderung meningkat. Menurut Menteri Kesehatan, Prof. Nila F Moeloek, gaya hidup di perkotaan yang cepat berubah, juga seiring kemajuan teknologi dapat berdampak pada kesehatan mata.
“Tren ini harus dilihat sebagai suatu masalah yang dialami masyarakat, khususnya anak-anak. Menghadapi masalah ini, orang tua untuk mengawasi kesehatan mata anak,” kata menkes yang juga seorang dokter spesialis mata ini.
Dikatakan, penggunaan kacamata meningkat, terutama di kota. Anak-anak di jaman sekarang memiliki beragam gadget yang berpengaruh pada cara penggunaan gadget itu.
Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan sekitar satu persen anak usia sekolah 6-14 tahun mengenakan kacamata.
“Karena itu, tolong orangtua perhatikan cara membaca anak dan tentunya gizi untuk menunjang kesehatan mata anak,” tandasnya saat di sela Bakti Sosial Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT) berupa pemeriksaan pendengaran, penglihatan dan jantung di SD Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/11).
Terkait gangguan pendengaran, menkes menyebut, sekitar 30 persen gangguan telinga anak karena faktor kebersihan. Jika hal ini tidak diperhatikan, bisa membawa anak pada masalah telinga yang lebih serius seperit otitis.
“Masalah telinga dan mata sesungguhnya tidak sulit untuk diatasi dengan upaya penanggulangan yang sederhana. Kelainan refraksi dapat diatasi dengan pemberian kacamata dan gangguan pendengaran dapat dilakukan dengan pengeluaran sumbatan telinga agar anak-anak dapat kembali mendengar dengan baik,” tandasnya.
Menurutnya, upaya promotif dan preventif penting dilakukan, melalui pemeriksaan kesehatan dan skrining agar gangguan yang ada dapat terdeteksi sedini mungkin dan segera dapat dilakukan tindakan agar tidak menjadi lebih berat.
Menkes berharap agar seluruh daerah di Indonesia dapat meningkatkan upaya pengendalian faktor risiko, pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini pada anak sekolah secara rutin melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. (tety)
