03/05/2026
Aktual

Menkes Kunjungi 3 RS Vertikal Terbesar di Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, Senin (8/9), mengunjungi tiga Rumah Sakit Khusus Vertikal Kementerian Kesehatan terbesar di Indonesia. Ketiganya berlokasi di ibukota. Yaitu, RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, RS Ibu dan Anak (RSAB) Harapan Kita, dan RS Kanker (RSK) Dharmais.

“Ketiga rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan nasional yang berfungsi sebagai pengampu rumah sakit lain di berbagai provinsi. Saya minta agar ketiga rumah sakit ini benar-benar mampu menjadi center of excellence di bidang unggulannya,” kata menkes.

Kunjungan ini tak lepas karena RSJPD Harapan Kita telah mengembangkan berbagai layanan unggulanm termasuk Pusat Aorta dan Perifer, Pusat Aritmia, Pusat Congenital Heart Disease, Primary Per Cutaneous Intervention, dan Minimal Invasive Surgey. Sementara itu RSAB Harapan Kita juga telah mengembangkan berbagai layanan unggulan, termasuk NICU dan Klinik Khusus Tumbuh Kembang, Klinik Infertilitas Bayi Tabung, dan Klinik Senyum Anak Sehat. Sedangkan RSK Dharmais telah mengembangkan layanan palliative care dan klinik atau ruang onkologi anak.

Menkes mengharapkan agar RS Khsuus Vertikal Kemenkes ini dapat memperbanyak pengembangan layanan unggulan, terutama di ketiga rumah sakit tersebut. Dengan demikian, di samping kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan medik spesialistik semakin terpenuhi. Fungsi pendidikan dan pelatihan juga semakin diperkuatm serta mutu pelayanan yang semakin meningkat.

Menurutnya, dalam era pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengutamakan upaya kendali mutu dan kendali biaya, hendaknya rumah sakit khusus melakukan penguatan pelayanan dengan Pemberdayaan Komite Medik dalam penyusunan Panduan Praktek Klinik dan Clinical Pathway untuk setiap pelayanan yang diberikan. Agar dilakukan pula upaya mendorong penerapannya oleh setiap klinisi dengan sunggug-sungguh.

“Upaya ini dapat memacu rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau,” tambahnya.

Menkes juga menegaskan, keberhasilan pelaksanaan JKN sangat ditentukan oleh komitemen seluruh sumberdaya manusia, baik tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

“Utamakan patient safety dan berikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masayrakat. Seperti keramahan, perhatian, empati, kesediaan berkomunikasi dengan asien dan keluarganya, jelasm dan komunikatif tentang masalah kesehatan yang dihadapi pasien,” uajrnya. (tety)

Leave a Comment