19.2 C
New York
24/05/2024
Aktual

Mendag: Ada yang Salah dalam Pengembangan Industri Mebel Nasional

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan ada yang salah dalam pengembangan industri mebel dan rotan nasional.

“Kita berada di wilayah yang sangat kaya dan luas mencapai 6.600 km. Penduduk yang besar diatas 200 juta, nilai ekspor hanya 1,7 miliar dolar AS (seperempat Vietnam) atau 1,5 persen dari pasar dunia, berarti ada yang salah dari sistem kita,” jelas Lutfi.

Mestinya, lanjut Mendag, pengembangan industri harus mendekati konsumen dan bahan baku. “Jika kemudian terjadi permasalahan, ini tanggungjawab saya. Walaupun posisi saya hanya sebagai pemain cadangan dalam pemerintahan yang hanya tinggal 8 bulan ini, kita harus terus semangat membenahi ini.”

Ia mengatakan untuk mengejar ketertinggalan dari negara Asean lain, Indonesia menargetkan kenaikan ekspor furnitur selaku produk industri andalan ini sebanyak 5 miliar dalam 5 tahun ke depan.

M. Lutfi mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk merajai pasar mebel dunia. Sayangnya, kapasitas industri furnitur RI hanya setara dengan ¼ kapasitas Vietnam dan 1% pasar mebel dunia.

“Untuk itu, tren ke depan adalah industri mendekati konsumen dan industri mendekati bahan baku. Kita musti memperbaiki sistem supaya bisa bersaing,” katanya lagi.

Furnitur berbahan dasar kayu dan rotan merupakan salah satu produk unggulan RI. Dengan potensi SDA dan SDM yang dimiliki, Indonesia seharusnya dapat menjadi pemimpin industri mebel di Asia Tenggara, terutama menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, jelas Mendag.

Sebelumnya Asean Furniture Industry Council (AFIC) bertekad mendukung pelaku industri mebel dan rotan untuk memperkuat pasar domestik. Industri kecil mebel selalu punya peluang untuk bangkit dipasar domestik, sementara industri besar tengah fokus meningkatkan nilai ekspor.

Potensi market Asia, terutama China dan Vietnam memberikan kontribusi baik bagi pertumbuhan mebel nasional. (fitri)

Leave a Comment