24.2 C
New York
25/07/2024
Opini

MEMPERSIAPKAN KEBERSAMAAN UNTUK KEMANDIRIAN

Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono

SELAMA enam tahun terakhir ini Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., bekerja keras mengembangkan kebersamaan di kalangan akademisi dengan masyarakat secara laus untuk membangun kemandirian. Uaha yang gigih itu tidak saja dikembangkannya di kalangan guru besar, dosen dan seluruh jajaran Civitas Akademisi di lingkungan IPB yang dipimpinnya, tetapi dengan gigih Rektor dan jajarannya mengembangkan kebersamaan di kalangan masyarakat luas, khususnya di kalangan masyarakat lingkar kampus. Rektor, melalui kegiatan bersama masyarakat, baik berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya maupun kegiatan lainnya telah menjalin kerjasama dengan masyartakat luas di sekeliling kampus dan desa-desa lain di berbagai kabupten.

Sampai hari ini tidak kurang dari 17 Desa dan kelurahan di sekitar kampus IPB dan ratusan desa di kabupaten lain telah dikembangkan secara sistematis dengan mengirim dosen pembimbing lapangan, mahasiswa atau dengan secara khusus memberikan konsultasi serta petunjuk pembangunan dalam berbagai bentuknya. Pengembangan bersama itu, biarpun pada awalnya menimbulkan tanda tanya, tetapi secara sabar para dosen dan mahasiswa makin berbaur dan diterima dengan tangan terbuka. Dosen dan mahasiswa, tidak seperti dalam kampus bersifat mengajar dan mendidik, di luar kampus bersama masyarakat melakukan pendekatan yang akrab seakan mitra kerja mengajak masyarakat bersama-sama menggali kebutuhan utamanya menuju kemandirian, melepas diri dari kebodohan dan kemiskinan.

Setelah lima tahun bekerja keras, mulai tahun ketiga, kawasan sekitar kampus menjadi “laboratorium” siap menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang belajar membangun dan membina Posdaya untuk menyegarkan kebersamaan, gotong royong dan melaksanakan delapan sasaran MDGs. Para dosen dan mahasiswa “go field” bekerja keras bersama masyarakat memberikan contoh bagaimana membangun Posdaya dan mengisi forum silaturahmi itu dengan masukan yang intinya mendorong masyarakat hidup mandiri, menerima dan membudayakan hidup sehat, mengirim anak-anaknya sekolah, menerima dan mencoba inovasi, bahkan tidak jarang menciptakan inovasi atau menjadi pengusaha mikro atau kecil mengantar keluarganya menjadi makin bahagia dan sejahtera.

Akhir bulan lalu, dalam rangka memulai gerakan Jumat Keliling, Jumling, sebagai acara rutin yang dipimpin Rektor pada setiap hari Jumat, berkunjung ke desa lingkar kampus, Rektor yang didampingi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr. Prastowo serta seluruh staf, Dr. Puji, Dr. Yan, para Dekan, dosen dan mahasiswa berkunjung ke Desa Situ Gede, Bogor Barat di kota Bogor. Desa yang dipimpin oleh seorang mantan PLKB BKKBN ini ternyata sangat maju dalam kebersamaan dan mempunyai Posdaya Kenanga yang mengantar warganya hidup gotong royong dengan berbagai kegiatan yang menarik.

Dalam bidang kesehatan desa Situ Gede memiliki Posyandu yang berjalan lancar sebagai sarana pemantapan KB dan kesehatan dasar. Untuk mengatasi demam berdarah, secara teratur rakyat dibiasakan menyemprot kampung halamannya secara teratur. Posdaya di Situ Gede memiliki PAUD yang berjalan lancar, menyantuni anak yatim piatu serta warganya mempunyai usaha ekonomi mikro dan mampu memproduksi aneka makanan, yang melalui bimbingan dosen dan mahasiswa IPB, berhasil dikemas secara modern. Mereka berusaha keras memasarkannya secara luas bersaing dengan makanan kecil buatan pabrik modern. Posdaya Kenanga, selain memiliki Kebun Bergizi, mulai mengembangkan diversifikasi tanaman dengan secara khusus menanam tumbuhan dan membentuk Taman untuk mengobati Diabetes secara tradisional. Posdaya ini mengembangkan jamur yang diperkirakan mempunyai pasaran yang tinggi.

Dalam bidang perikanan dikembangkan ikan gurameh mulai dari pembibitan awal sampai memeliharanya siap jual. Seorang dosen Perikanan IPB menyediakan diri sebagai tutor di pedesaan dan menterjemahkan ilmu yang rumit menjadi sederhana dengan harapan masyarakat pedesaan berkembang menjadi pengusaha modern yang beruntung. Tahun ini Rektor membantu seluruh kelurahan di kecamatan Bogor Barat menjadi ajang pengembangan kebersamaan melalui Posdaya, disamping permintaan kegiatan IPB serupa dalam mengembangkan budaya kerjasama untuk kemandirian di berbagai Provinsi dan Kabupaten lainnya. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).

Leave a Comment