BOGOR (Pos Sore) — Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Agus Muharram, mengatakan pentingnya peran media massa dalam melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah yang bisa disalahgunakan.
Agus menegaskan hal itu, karena ada kasus penyalahgunaan dana bantuan yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Berdasarkan temuan, dana tersebut digunakan untuk keperluan yang lain, bahkan hanya disimpan di bank untuk dibungakan.
“Ada proposal yang penggunaan dana tersebut untuk usaha perternakan, namun kenyataannya digunakan untuk usaha di luar itu,” kata Agus dalam `Orientasi Wartawan Kemenkop dan UKM`, di New Panjang Jiwo Resort, Sentul, Bogor, Jumat (5/2).
Memang tidak semua penerima dana bergulir melakukan penyelewengan penggunaan dana. Hanya satu atau dua kasus saja. Namun, ini bisa menjadi gejala awal untuk melakukan monitoring ketat.
Dugaan bahwa dana bergulir tersebut bisa saja diendapkan di bank mengingat bunga bank lebih besar dari bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini hanya 9%.
“Kalau simpan di bank dalam bentuk deposito, sudah pasti untung, malah kalau uang itu disimpan di koperasi bisa dikasih bunga 12%,” ujarnya.
Karenanya, ia meminta wartawan untuk ikut membantu mengawasi karena yang banyak yang membutuhkan bantuan dana bergulir tersebut. Terlebih bantuan tersebut digulirkan pemerintah mencapai Rp1 Triliun lebih.
“Kita memang melakukan monitoring, tapi ada baiknya, wartawan juga membantu. Agar ada data pembanding. Jadi kita bisa tahu, bantuan itu tepat sasaran atau tidak,” katanya.
Agus berasumsi dana bantuan bergulir bisa saja tidak tepat sasaran karena bunga yang dibebankan kepada pelaku usaha kecil nilainya sangat kecil. Bunganya terus mengalami penurunan. Hanya 4,5% per tahun sliding atau hanya sekitar 2,5% per tahun flat.
Dengan suku bunga yang sangat rendah itu, bisa saja LPDB hanya menyalurkan bantuan ke mereka-mereka yang dikenalnya, bukan pengusaha kecil yang membutuhkan bantuan modal.
“Bisa saja peminjamnya hanya orang yang ingin cari keuntungan dengan permainan bunga. Ia pinjam uang lalu disimpan ke bank dalam bentuk tabungan atau deposito,” ungkapnya. (tety)
