10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Masyarakat Diminta Waspadai Virus MERS-CoV

JAKARTA (Pos Sore) – Meski hingga kini belum ada WNI yang positif terjangkit, masyarakat Indonesia diingatkan untuk waspada terhadap virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Apa yang menimpa Korea Selatan harus membuat Indonesia meningkatkan kesiapsiagaaan dalam menghadapinya.

“Kasus yang terjadi di Korsel mengingatkan Indonesia untuk siap siaga menghadapi MERS CoV, meski kasusnya hilang dan timbul dan terkonsentrasi di Jazirah Arab, namun Indonesia juga rentan terkena Mers mengingat banyaknya jumlah jamaah haji dan umroh, juga tenaga kerja yang ke Timur Tengah setiap tahunnya,” kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, M Subuh, di kantor P2PL, Kamis (25/6).

Ia menyebutkan, sedikitnya setiap tahun ada 750 ribu WNI yang melakukan umroh dan sebanyak 250 ribu yang melakukan haji. Itu belum termasuk tenaga kerja Indonesia dan lain-lain sehingga totalnya bisa mencapai 1,5 juta sampai 2 juta orang pertahun.

“Memang belum ada WNI yang positif terinfeksi MERS dan dirawat berada di Indonesia. Hanya saja pada 2014 terdapat dua WNI di Arab Saudi yang positif terinfeksi. Satu orang wanita (WNI) yang tinggal di Saudi Arabia terinfeksi di sana dan meninggal juga di sana, satu lagi laki-laki jamaah umroh asal Makassar yang positif terinfeksi saat beribadah di Arab Saudi dan dirawat di sana, hingga sembuh kemudian kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat, Jadi belum ada MERS CoV yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk melaksanakan kesiapsiagaan antisipasi penyebaran MERS CoV di Indonesia, pemerintah melakukan penguatan dan koordinasi lintas program dan lintas sektor, sosialisasi dan advokasi, surveilans di 13 pintu masuk bandara internasional.

Tidak hanya menaruh thermal scanner, surveilans di pelayanan kesehatan dasar dan rumah sakit, penguatan jejaring laboratorium, komunikasi Risiko dan pengendalian infeksi.

“Penumpang pesawat sebelum pendaratan juga diwajibkan mengisi Health Alert Card atau kartu kuning sebagai alat kontrol, jika 14 hari setelah kembali ada keluhan demam diatas 38 derajat (c) maka segera ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan membawa kartu kuning tersebut, faskes sudah paham apa yang harus dilakukan untuk tindak lanjut dan penanganan infeksi,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker jika bepergian ke tempat-tempat atau daerah berkembangnya penyakit, di RS, kerumunan orang, rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan sanitizer setiap habis bersalaman.

“Hindari kontak dengan hewan yang dicurigai bisa menjadi vektor dari MERS misalnya seperti unta di Arab Saudi,” tambahnya. (tety)

Leave a Comment