10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Makan Sayur dan Buah Sejak Kecil, Saat DewasaTubuh Kebal Berbagai Penyakit

JAKARTA (Pos Sore) – Meski Indonesia kaya dengan berbagai jenis sayur dan buah, data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan sebanyak 93.5 persen penduduk Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

World Health Organization (WHO) juga memperlihatkan orang Indonesia hanya mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 2.5 porsi sehari atau 34.55 kg per tahun, jauh di bawah anjuran Food Agriculture Organization (FAO) sebanyak 73 kilo setahun.

Menurut Guru Besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Agus Firmansyah SpA(K), kurangnya konsumsi serat pada penduduk Indonesia dipengaruhi oleh kebiasaan sejak kecil. Saat kecil anak kurang dilatih mengonsumsi buah dan sayuran.

“Pada dasarnya anak-anak tidak suka sayur dan buah. Ini kewajiban orangtua memperkenalkan hingga membiasakan anak untuk mengonsumsi sayur dan buah sejak periode MPASI. Kalau sudah terbiasa anak akan mudah menyukai sayur dan buah saat dewasa,” katanya dalam Sarihusada Nutritalk: Pembentukan Pola Makan Sehat Sejak Dini, di Jakarta, Senin (15/6).

Prof Agus menambahkan pengenalan sayur dan buah kepada anak harus dilakukan secara bertahap. Setelah berusia enam bulan ke atas, bayi yang terbiasa dengan ASI akan menjalani masa transisi ke makanan semi padat hingga padat.

“Bisa dengan di jus kalau untuk buah atau dicampur dengan bubur untuk sayur. Bisa dibiasakan dulu satu jenis sayur atau buah selama seminggu untuk melatih taste anak, minggu berikutnya baru ganti jenis yang lain,” ujarnya.

Ia mengingatkan anak usia 1-3 tahun setidaknya mengonsumsi serat sebanyak 16 gram sehari sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi. Untuk memenuhi AKG ini, anak bisa dibiasakan mengonsumsi buah sebanyak 2 porsi dan sayur sebanyak 3 porsi setiap hari.

Dikatakan, pemberian paparan rasa dari makanan bergizi tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan pada anak saat dimulainya pemberian MPASI akan mendukung penerimaan rasa sayur-sayuran dan buah-buahan. Dengan cara seperti ini dapat mendukung konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran di masa yang akan datang, termasuk dalam pemenuhan gizi seimbang.

Asupan sayur dan buah sejak dini juga memberikan manfaat kesehatan pencernaan yang memadai untuk anak demi meningkatkan daya serap terhadap nutrisi dan fungsi kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit di masa yang akan datang.

“Konsumsi buah dan sayur akan membantu pemenuhan serat, vitamin dan mineral yang lebih tinggi pada anak untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas yang lebih baik sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal. Kecukupan serat sejak dini juga menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan darah tinggi pada usia dewasa,” jelasnya. (tety)

Leave a Comment