
JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia), Dr. Zalzulifa, M.Pd, menargetkan LSP PoliMedia yang dipimpinnya menjadi Training Certified Centre (TCC) Adobe Internasional bagi politeknik dan perguruan tinggi lainnya yang ingin uji kompetensi di bidang industri kreatif.
“Menjadi pusatnya uji kompetensi di Indonesia untuk bidang industri kreatif. Diharapkan target ini bisa terwujud pada 2020. SDM sudah kami siapkan. Sebanyak 50 dosen mengikuti Beasiswa Retooling Kompetensi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2019 “Creative Technology and Media Art Industry 4.0″ akan mendapatkan sertifikat bertaraf internasional,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Saat ini, LSP PoliMedia memiliki 14 skema sertifikasi yang bersifat nasional, ditambah 6 skema sertifikasi bertaraf internasional dari Adobe Certified Associate (ACA) – Adobe Photoshop, Adobe InDesign, Adobe Illustrator, Adobe Dreamweaver, Adobe Flash dan Adobe Premiere Pro.
“Kalau berbicara industri kreatif sebenarnya dosen-dosen PoliMedia sudah tidak aneh lagi dengan aplikasi software khusus industri kreatif, cuma saja kan belum certified. Nah, uji kompetensi dari Adobe ini menjadi ter-certified, yang kompetensinya diakui secara internasional,” terangnya.
Sementara, jumlah asesor yang dimiliki LSP PoliMedia saat ini baru sebanyak 12 asesor kompentensi dan tercatat ada 1000 pemegang sertifikat. “Uji kompensi ini menjadi trigger untuk mewujudkan mimpi, menjadi satu-satu TCC politeknik di bidang industri kreatif. SDM sudah kami persiapkan,” tambahnya.
Harapan agar TCC PoliMedia ini sudah disampaikan Ketua Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Darmansyah Basyaruddin, yang hadir pada kegiatan uji kompetensi tersebut. LSP PoliMedia berharap pada Rakernas Forum LSP, Kamis (24/10), Ketua Forum “memfatwakan” TCC PoliMedia menjadi satu-satu tempat mengases dosen-dosen politeknik di Indonesia.
LSP PoliMedia sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Nomor 038012/PL27/HK.00.15/X/2015. Pembentukan LSP-P1 PoliMedia bertujuan untuk melakukan tugas dan fungsi di bidang sertifikasi di lingkungan internal PoliMedia.
Kemunculan LSP PoliMedia ini dilatarbelakangi oleh tuntutan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi untuk memastikan ketertelusuran materi ajar dengan kebutuhan industri dan stakeholder terkait.
Dalam hal ini, bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu yang diakui oleh masyarakat tentu menjadi tanggung jawab sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan tinggi, khususnya yang berbasis vokasi.
“Artinya tugas penyiapan dan pengembangan kemampuan kerja mahasiswa yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan adalah tugas yang harus dituntaskan oleh lembaga pendidikan tinggi,” terangnya.
PoliMedia memang menjadi satu-satu politeknik yang fokus mendalami dunia industri kreatif. Seiring dengan smangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu yang mulai menggerakkan industri kreatif sebagai aset nasional. (tety)
