JAKARTA (Pos Sore) – Mulai April 2015 ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) kembali menyalurkan dana bergulir setelah sebelumnya sempat dibekukan oleh pemerintah pada Desember 2014.
Pada tahun ini LPDB menargetkan akan menyalurkan Rp 2.350.000.000 yang disalurkan kepada 174.072 UMKM melalui 940 Mitra. Dari dana itu, sebesar 60% atau Rp1,41 triliun di antaranya untuk koperasi, termasuk 564 mitra dan 104.444 UKM. Sisanya 40 persen atau Rp940 juta untuk sektor riil non koperasi, termasuk 376 mitra dan 69.628 UKM.
“Pencabutan pembekuan tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Keuangan serta Kementerian Koperasi dan UKM, yang menunjukkan nilai yang sangat bagus. Dari segi financial, Kementerian Keuangan memberikan nilai 80, yang artinya A. Selain itu, juga karena melihat permintaan masyarakat yang sangat tinggi,” kata Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM, Sutowo, dalam pertemuannya dengan Forum Wartawan Koperasi, Jumat (10/4).
Dari jumlah tersebut sebaran penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM (Tiga Besar Penyaluran Selindo) yaitu untuk provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 1.375.082.653.925 Kepada 703 Mitra, Jawa Timur Rp 809.968.473.500 Kepada 377 Mitra dan Jawa Barat Rp 744.656.354.360 Kepada 855 Mitra.
Satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM itu dikatakan, telah menyalurkan dana bergulir pinjaman/pembiayaan kepada mitranya yakni koperasi dan UKM sejak awal tahun 2008 hingga April 2015. Jumlah penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM selama tahun 2015, sebesar Rp.436.455.000.000 kepada 357 mitra, sedangkan untuk jumlah total penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM sampai dengan 9 April 2015 sebesar Rp 5.707.186.696.531 ke kurang lebih 3.975 mitra di seluruh Indonesia.
LPDB-KUMKM sendiri memiliki program strategis yang akan diterapkan. Yakni, melalui kedaulatan pangan dan energi terbarukan yang fokus pada Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak dalam memberikan bibit kepada petani, peyediaan mesin pengelolaan padi, dan lahan sawah.
Untuk energi, fokus pada pengembangan energi terbarukan dengan memberikan pinjaman pada sektor energi kemasyarakatan seperti pengembangan energi terbarukan biogas yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan di Indonesia.
Sektor lainnya, pada sektor maritim dan kelautan yang berfokus pada pengembangan pesisir pantai, melalui koperasi nelayan dan UKM pesisir.
Program pembiayaan LPDB-KUMKM juga akan berfokus pada sektor pariwisata dan industri kreatif yang difokuskan pada sektor pariwisata dan industri kreatif, khususnya pada bidang home stay, handicraft, fashion, design, software, dan lain-lain.
“Ini bentuk dukungan terhadap program nawacita Presiden RI dalam bentuk Program Khusus untuk beberapa Sektor,” katanya. (tety)

