17.3 C
New York
07/05/2026
Aktual

LLP-KUKM Fasilitasi KUKM Ikut Pameran INACRAFT 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para KUKM mitra menjadi peserta pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-18 di Jakarta Convention Center pada 20 – 24 April 2016.

“Kegiatan ini dilakukan guna mendorong pelaku KUKM tanah air masuk ke pasar global,” kata Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi, di Jakarta, Rabu (20/4).

Menurutnya, saat ini produk kerajinan Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu penyumbang devisa non-migas.

Produk Indonesia memiliki daya tarik yang besar dari konsumen dalam maupun luar negeri dan sudah dikenal masyarakat global, sehingga memiliki nilai jual cukup tinggi bagi potensial buyer.

Setiap mengikuti pameran dalam dan luar negeri, LLP-KUKM yang mengusung brand Galeri Indonesia WOW-SMESCO RUMAHKU menyeleksi setiap produk yang dipamerkan. Parameter yang dilakukan adalah, produk tersebut harus memiliki nilai kreativitas, unik, diproduksi secara kontinyu dan mengikuti trend yang ada. Produk peserta pameran juga harus selaras dengan daya beli pengunjung.

Pameran INACRAFT 2016 dilaksanakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Binakreasi. Di ajang tersebut LLP-KUKM mengambil stand di hall B No 249-252 dengan memfasilitasi 15 KUKM mitra.

Produk yang dipamerkan adalah handicraft, fashion, asesoris, tas, sepatu dan perhiasan yang semuanya ada di Galeri Indonesia WOW di SME Tower, Pancoran Jakarta Selatan. Produk tersebut dikurasi oleh dewan kurator Galeri Indonesia WOW. Salah satunya adalah desainer ternama Samuel Watimena.

Salah satu produk unggulan yang dipamerkan Galeri Indonesia WOW di INACRAFT 2016 adalah Batik Madura produksi Nuri yang menggunakan pewarna alami dan dikerjakan dengan menggunakan konten lokal. Pewarna alam Batik Madura ini berasal dari tumbuhan seperti pohon nila, kulit pohon soga, tumbuhan kunyit, akar mengkudu, dan jambu biji.

Pembuatan motif Batik Madura berbeda dengan batik daerah lain di Indonesia. Untuk membuat motif serat kayu misalnya, kain digulung dengan menggunakan kayu yang memiliki permukaan tidak rata atau berserat. Sebelumnya kayu tersebut sudah dilumuri pewarna alami yang berbeda dengan warna dasar kain. Setelah gulungan dilepas, akan terlihat efek serat kayu pada kain, yang merupakan motif batik serat kayu.

Busana atau batik yang menggunakan pewarna alami dan dikerjakan secara tradisional bernilai jual tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas ramah lingkungan sehingga memancarkan nuansa etnik nan ekslusif. Warna dan pengerjaan yang unik inilah membuat Batik Madura memiliki harga yang bersaing dengan produk lainnya.

Menurut Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membawa peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia. Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015, negara anggota ASEAN mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara yang berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara.

Para pelaku Koperasi dan UKM Indonesia harus mampu menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam memasarkan produk unggulan Indonesia dengan melakukan beberapa peningkatan dalam hal kualitas, efisiensi produksi dan manajemen usaha, serta peningkatan daya serap pasar produk lokal. Pemerintah akan terus membantu pelaku Koperasi dan UKM agar bisa bersaing dengan produk-produk asing.

” Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan produk Indonesia dalam rangka peningkatan kualitas produk ekspor,“ ujar Ahmad Zabadi.

Karenanya, pelaku Koperasi dan UKM tanah air harus mengambil langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan dengan negara ASEAN lainnya. Dengan demikian, produk Indonesia akan semakin berkembang dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat termasuk peningkatan penghasilan para pelaku usaha. (tety)

Leave a Comment