10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Listerine – PDGI Edukasi Drg Puskesmas Teknik Penyuhan Kesehatan Gigi

IMG-20150609-09232

JAKARTA (Pos Sore) — Ilmu kedokteran terus berkembang. Karenanya, para dokter perlu mengikuti program pendidikan yang dapat menyegarkan kembali ilmu yang telah didapat seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran.

Begitu pula dengan dokter gigi. Meski para dokter ini sudah menguasai ilmu kesehatan gigi dan mulut, tetap tak bisa menghindar dari perkembangan ilmu kedokteran gigi itu sendiri. Terlebih jika para dokter gigi juga diberi tugas oleh pemerintah untuk melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.

Menyadari hal ini, Listerine dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengadakan Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut yang ditujukan kepada dokter gigi yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Edukasi berupa Teknik Penyuluhan Masyarakat tentang Kesehatan Gigi dan Mulut.

“Karena ternyata dari 100 orang, hanya 2,3% saja yang menyikat gigi yang benar, cara menyikat gigi yang benar, dan dengan sikat gigit yang benar. Di sinilah ,” papar Sri Hastuti Kumala Dewi, DVM. MFSc, Senior Profesional Marketing Manager PT Johnson & Johnson Indonesia, di hotel Ambharawa, Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, dikatakan menyikat gigi yang benar jika dilakukan pagi dan sore setelah makan. Cara menyikat gigi yang benar yaitu dari merah ke putih atau dari gusi ke gigi, dengan gerakan atas bawah, bukan atas bawah – bawah atas, atau ke samping kiri kanan. Alat sikat gigi yang benar yaitu dengan menggunakan sikat gigi yang bulunya lembut. Tentunya dengan menggunakan pasta gigi.

“Karena sikat gigi sulit menjangkau gigi paling belakang, obat kumur menjadi satu-satu solusi. Obat kumur ini dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi-gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi,” paparnya.

Dengan mouthwash, maka makanan yang menempel di mulut akan mengalami peluruhan dan diharapkan bakteri dapat hilang serta plak dapat terbuang. Kandungan zat aktifnya dapat membunuh microorganism aerob dan an-aerob yang bersembunyi di bawah biofilm. Hal ini dapat membuang bakteri-bakteri buruk yang masuk ke mulut.

Studi Listerine menyatakan, penggunaan mouthwash dapat melawan kuman di mulut hingga 99.9 %. Penggunaan secara berkala diyakini dapat mengurangi beberapa masalah gigi dan mulut, seperti mengurangi pembentukan plak hingga 56%, menjaga kesehatan gusi, dan mengurangi radang gusi hingga 36%.

“Namun harus diingat obat kumur harus disesuaikan dengan indikasi,” tegasnya.

Dikatakan, pelatihan kepada dokter gigi puskesmas ini diberikan karena salah satu tugas para dokter ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat di sekitar. Hanya saja para dokter gigi ini memiliki alat peraga yang terbatas. Itu sebabnya, setelah mengikuti edukasi ini, mereka mendapatkan alat peraga untuk memudahkan melakukan penyuluhan kepada warga.

“Ke depannya, PDGI dan Listerine berupaya mengubah mindset masyarakat Indonesia yang masih kurang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Karena mulut merupakan gerbang masuknya berbagai penyakit. Termasuk pula bakteri yang berkembang biak dalam gigi, mulut, dan gusi,” tambahnya.

Listerine, katanya, berkomitmen memberikan edukasi secara kontinu mengenai perawatan gigi dan mulut agar kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat selalu terjaga. (tety)

Leave a Comment