7.5 C
New York
22/04/2026
AktualInternasional

Lestarikan Memori Kolektif tentang Sejarah Islam dari Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim

JAKARTA (Possore.id) -– Arsip menjadi kebutuhan strategis yang berperan penting bagi sebuah negara, khususnya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Secara tidak langsung, hal tersebut akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam era reformasi digital saat ini, tuntutan terhadap pengelolaan arsip semakin kompleks. Maka penting bagi kita untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terbaik dalam hal kebijakan, infrastruktur, dan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan arsip.

Untuk pertama kalinya, Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk mayoritas Islam, duduk bersama dengan negara-negara Muslim lainnya dalam bidang kearsipan melalui pembentukan Forum Arsip Nasional Negara-negara Berpenduduk Mayoritas Muslim.

Acara yang digelar oleh Arsip Nasional RI (ANRI), Rabu 12 Juli 2023, ini menjadi wadah untuk saling belajar guna mendorong kolaborasi yang lebih erat di antara negara-negara Islam.

Bentuk kolaborasi ini dapat memperkaya kearsipan nilai dan kultur Islam serta dapat menjadi penghubung konektivitas sejarah Islam di berbagai belahan dunia, layaknya sebuah puzzle yang menjadi satu kesatuan.

“Kolaborasi dan sinergi antar negara-negara Islam menjadi penting dalam meningkatkan kualitas manajemen, pemanfaatan, dan pengelolaan arsip yang berkelas dunia,” kata Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa saat membacakan sambutan Menteri PANRB.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga akan mendapatkan dokumentasi sejarah dunia, khususnya praktik kepemerintahan pada negara-negara Islam yang akan memperkaya ilmu pengetahuan.

“Transfer pengetahuan, informasi, dan pengalaman pada negara-negara Islam, khususnya terkait bagaimana pengeleolaan dan pemanfaatan arsip dapat menjadi sarana dalam pengembangan inovasi pengelolaan arsip yang lebih berkualitas,” imbuh Diah.

Kepala ANRI Imam Gunarto menyampaikan dalam pertemuan pendahuluan ini, para peserta bertukar pendapat dan berdiskusi tentang pembentukan forum dan potensi kerja sama untuk kepentingan bersama.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan tentang arsip peradaban Islam dan bagaimana arsip tersebut dipreservasi.

“Melalui forum ini, maka usaha-usaha untuk meningkatkan peran Arsip Nasional Negara-negara Berpenduduk Mayoritas Muslim di tingkat internasional dan melestarikan memori kolektif tentang sejarah Islam sebagai bagian dari peradaban dunia menjadi lebih kuat dan hebat,” jelasnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 19 negara berpenduduk Muslim yang diundang, diantaranya Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Maroko, Irak, Kuwait, Palestina, Brunei Darussalam, Qatar dan Yordania. Dihadiri Duta Arsip, Rieke Dyah Pitaloka.

Rangkaian kegiatan forum ini akan dilanjutkan dengan kunjungan kebudayaan yang akan dilakukan para delegasi dengan melihat berbagai fasilitas kearsipan ANRI, Museum Nasional, Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, dan Diorama Kepresidenan di Gedung ANRI

Pertemuan yang berlangsung pada 12-14 Juli 2023 di Gedung ANRI ini diinisiasi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Forum kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja lembaga kearsipan nasional dan menjadi wadah untuk bertukar ilmu dan pengalaman bidang kearsipan di antara negara-negara mayoritas berpenduduk muslim.

Selain itu, diharapkan pula dapat mempererat hubungan dan meningkatkan kapasitas manusia dan kelembagaan lembaga kearsipan melalui kegiatan seperti lokakarya, seminar, dan pelatihan.

Pembentukan Forum Kerja Sama Arsip Nasional Negara-Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim ini tidak terlepas dari perjalanan peradaban negara-negara mayoritas berpenduduk muslim.

Perjalanan yang tentunya meninggalkan jejak-jejak dokumentasi seperti arsip yang harus dijaga dan dilestarikan untuk kepentingan masa depan, untuk kepentingan penelitian, pendidikan, pengumpulan ingatan, dan sumber informasi.

Sebagai lembaga pelestarian memori kolektif, Arsip Nasional pada tiap negara bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

Karena itu, Arsip Nasional Negara-Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim memiliki
andil dalam penyelamatan, pelestarian, dan penyediaan akses arsip sejarah peradaban Islam.

Pada rangkaian pertemuan, selain dilaksanakan round table meeting untuk membahas penjajakan forum kerja sama, juga dilaksanakan talkshow kearsipan yang dapat diikuti secara daring dan luring yang membahas “Arsip Sejarah Peradaban Islam dan Diplomasi Internasional”.

Talkshow ini digelar untuk memberikan pengetahuan kepada peserta Pertemuan Pendahuluan Arsip Nasional Negara-Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim, akademisi serta masyarakat umum tentang fungsi arsip sebagai memori kolektif peradaban islam.

Diharapkan melalui diskusi pada talkshow akan memantik munculnya ide-ide baru dalam pengembangan kearsipan bagi negara-negara berpenduduk mayoritas
muslim.

Talkshow menghadirkan pembicara Akademisi dari Indonesia, Prof Oman
Fathurrahman, Kepala Arsip Nasional Saudi Arabia, H.E. Faizal Abdulaziz Altamimi dan Kepala Arsip Nasional Malaysia, YBhg. Dato’ Jaafar Sidiek.

Leave a Comment