“Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim tersebar global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menegembangkan ekonomi syariah”.
Kemudian diikuti dengan sambutan yang sangat antusias oleh Irfan Farulian sebagai Deputi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.
“Kami sangat bangga karena ada mahasiswa yang melaksanakan tugas bersama yaitu mengoptimalisasikan potensi yang ada untuk mengembangkan ekonomi syariah, karena ekonomi syariah sebagai rahmatan lil a’alamiin.”
Ia menjelaskan berdasarkan data State of Global Islamic Economy (SGIE) Report memperkirakan total konsumsi yang dilakukan oleh 1,9 miliar muslim di dunia untuk sektor ekonomi syariah (makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan media/rekreasi) pada tahun 2022 mencapai 2,29 triliun dolar AS.
Sementara aset keuangan syariah global tercatat 3,96 triliun dolar AS, tumbuh 17 persen (yoy).
Ia juga menyampaikan terjadinya peningkatan peringkat Indonesia seiring dengan tetap kuatnya positioning Indonesia di sektor halal food (posisi ke-2) dan modest fashion (posisi ke-3), disertai peningkatan signifikan pada sektor media and recreation (naik 23 peringkat ke peringkat ke-6).
