10 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

Laporan Keuangan Kemenko PMK Raih WTP untuk Keenam Kalinya

JAKARTA (Pos Sore) — Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kembali meraih Wajar Tanpa Pengecualian untuk laporan keuangan tahun 2014. Sejak tahun anggaran 2009 kementerian yang sekarang dipimpin Puan Maharani itu, meraih Predikat WTP yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sesmenko PMK, Sugihartatmo, menyebut predikat WTP yang diterima Kemenko PMK untuk yang ke-6 kalinya. Karenanya, ia mengapresiasi penilaian yang diberikan BPK. Badan itu dinilainya telah membantu dan membina lembaga dan instansi negara dalam mendorong peningkatan dan transparansi melalui program pemeriksaan yang telah dilakukan.

“Predikat ini suatu pencapaian yang juga seharusnya dicapai kementerian/lembaga lain karena inilah bentuk pertanggungjawaban kementerian/lembaga atas anggaran yang diberikan Negara kepada Instansi kita,” jelas sesmenko PMK, di gedung BPK, usai menerima laporan hasil pemeriksaan keuangan tahun 2014, Senin (15/6).

Sebagai salah satu instansi yang meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 kali berturut-turut, Kementerian Koordinator PMK merasa perlu menularkan bagaimana cara mengelola dan proses audit internal sehingga tidak ada penyelewengan dana anggaran.

Sesmenko PMK merendah, predikat WTP yang sudah 6 kali diraih berturut-turut ini, bukan berarti harus mendapat award atau rekor. Meski pihaknya merasa bangga atas pencapaian tersebut, namun menurutnya inilah adalah sesuatu yang wajar.

Ia menambahkan, predikat WTP yang diterima kali ini juga bukan lantaran anggaran yang diterima Kemenko PMK lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, tidak ada korelasi antara besarnya anggaran dengan predikat WTP.

“Ini lebih kepada bagaimana kita memberikan laporan keuangan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kemenko PMK sendiri mendapatkan alokasi anggaran dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp444,84 miliar.

Dalam laporan BPK yang dipublikasikan, Kemenko Kesejahteraan Rakyat (kini Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) yang berada di nomor urut 26 dari 36 K/L meraih WTP 6 kali berturut-turut. (tety)

Leave a Comment