5.7 C
New York
26/04/2026
Aktual

Lahan Rawa, Lumbung Pangan di Musim Kemarau

IMG-20150630-09391

JAKARTA (Pos Sore) – Lahan rawa dinilai Kementerian Pertanian sebagai lumbung pangan di musim kemarau. Karenanya, lahan ini akan digunakan sebagai lahan pertanian baik untuk penanaman bahan pangan, tanaman hortikultura, maupun tanaman tahunan seperti karet dan kelapa sawit.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS, mengatakan, ada beberapa keunggulan lahan rawa sebagai lumbung pangan di musim kemarau. Di antaranya, air berlimpah dan tersedia in situ dan lahan cepat pulih karena cukup air.

“Selain itu, saluran air juga berfungsi sebagai sarana transportasi. Sekitar 90% lahan rawa berada pada dataran rendah dan flat, serta berproduksi pada September sampai Desember yang mampu mengisi defisit beras,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Keunggulan lainnya, lanjut Syakir, lebih tahan terhadap deraan perubahan iklim, serta hasil biji-bijian dan rimpang lebih kaya Se dan Fe yang penting untuk daya tahan tubuh dan reproduksi sel darah merah.

“Selain keunggulan tersebut, kedudukan lahan rawa menjadi sangat strategis mengingat luas baku sawah secara nasional yang terdiri atas 9,2 juta hektar hanya 5,3 juta hektar yang ditanami secara rutin. Selebihnya yang 3,9 juta hektar ditanami tidak rutin yang kerap terancam konversi sehingga perlu perlindungan,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Dedi Nursyamsi, menambahkan, lahan rawa dapat dimanfaatkan sebagai basis pengembangan tanaman pangan dan lainnya terutama di musim kemarau.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, luas lahan rawa di Indonesia mencapai sekitar 34,3 juta hektare. Sebagian besar di antaranya berada di kawasan Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Pekanbaru, dan Jambi. Ini menunjukkan lahan rawa telah memberikan sumbangan nyata terhadap pertanian dan perekonomian setempat.

“Varietas padi yang telah dikembangkan untuk lahan rawa dengan potensi hasil 5-7 ton/hektar antara lain varietas Martapura, Margasari, Siak Raya, Air Tenggulang, dan Lambur yang toleran masam dan keracunan besi, serta varietas Impara 4-5 yang toleran rendaman,” jelasnya. (tety)

Leave a Comment