04/05/2026
Aktual

Kusta Dapat Disembuhkan dengan Tuntas

kusta

JAKARTA (Pos Sore)— Penyakit kusta masih saja ada di Indonesia. Berdasarkan catatan, hingga Desember 2014 ditemukan 8.526 kasus kusta baru. Saat ini saja ada 14 propinsi di Indonesia dengan beban kusta tinggi. Angka penemuan kasus baru bisa mencapai lebih dari 10 per 100.000 penduduk atau lebih dari 1000 kasus per tahun!

Direktur Pengendenalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Sigit Priohutomo, MPH, mengaku, salah satu masalah yang menghambat upaya penanggulangan kusta karena adanya stigma yang mekelat pada penyakit kusta. Stigma dari masyarakat, juga stigma dari keluarga. Stigma adalah pandangan negatif dan perlakuan diskriminatif terhadap orang yang mengalami kusta.

“Stigma ini menghambat upaya orang yang pernah terkena kusta dan keluarganya untuk menikmati kehidupan sosial yang awajar seperti individu lainnya,” katanya di Kemenkes, Jumat (16/1), dalam temu media terkait peringatan Hari Kusta Sedunia ke-62 bertema ‘Hapus Stigma, Kusta Dapat Disembuhkan dengan Tuntas’, pada minggu terakhir Januari.

Dalam kehidupan sehari-hari, perlakuan diskriminatif dapat terjadi dalam hal kesempatan mencari lapangan pekerjaan, beribadah di rumah-rumah ibadah, menggunakan kendaraan umum, mendapatkan pasangan hidup, dan lain-lain.

“Keadaan ini berdampak negatif secara psikologis bagi mereka, yang mengakibatkan self stigma, frustrasi, bahkan upaya bunuh diri. Dari sisi penanggulangan penyakit, stigma kusta dapat menyebabkan seseorang yang sudah terkena kusta enggan berobat karena takut keadaannya diketahui oleh masyarakat sekitar,” paparnya.

Menurutnya, stigma-stigma itu akan mengakibatkan berlanjutnya mata rantai penularan kusta, timbulnya kecacatan sehingga terjadi lingkaran setan yang tak terselesaikan. Kusta bukan penyakit keturunan, bukan disebabkan oleh kutukan, guna-guna atau dosa.

“Sesungguhnya penyakit kusta dapat disembuhkan tanpa cacat jika ditangani secara dini. Ini penyakit menular tetapi sulit menular. Artinya, tidak semua orang mudah tertular penyakit ini,” Ketua Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia, Dr. Dr. Hariadi Wibisono, MPH.

Ia menjelaskan, kusta dapat diobati dengan obat kombinasi MDT, multi drug therapy, yaitu pengobatan dengan lebih dari satu macam obat yang sudah direkomendasikan. Kombinasi obat dalam blister MDT diberikan seusia dengan jenis penyakit.

Untuk kusta kering atau Pausi Basiler atau kuman sedikit, MDT terdiri dari Rifampisin dan Dapson. Tersedia dalam bentuk blister untuk dewasa dan anak. Obat harus diminum sebanyak 6 blister. Untuk kusta basah, Multi Basiler atau kuman banyak, MDT terdiri dari Rifampisin, Dapson, dan Klofazim. Juga tersedia dalam bentuk blister untuk dewasa dan anak, yang harus diminum sebanyak 12 blister.

“Obat MDT diberikan secara cuma-cuma di Puskesmas. Dosis pertama harus diminum di depan petugas puskesmas dan untuk selanjutnya obat diminum sesuai petunjuk dalam blister,” paparnya. (tety)

Leave a Comment