07/05/2026
Aktual

Kowani – BNN Kerjasama Berantas Narkoba

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) jalin kerjasama dengan Badan Narkoba Nasional (BNN) guna memberantas penyalahgunaan narkoba di tanah air. MoU ditandatangani oleh Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, dan Kepala BNN, Anang Iskandar.

Kerjasama antara organisasi federasi terbesar di Indonesia dengan lembaga pemberantasan narkoba itu, tak lepas dari makin maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak. Peredarannya kini tidak hanya menyasar kelompok usia dewasa, namun juga anak-anak.

“Indonesia, pangsa pasar strategis peredaran gelap narkoba. Penggunanya di Indonesia saat ini berjumlah 4 juta orang,” kata Giwo, miris, usai MoU, di Wisma Elang, Jakarta, Rabu (22/4).

Pemerintah sendiri hanya bisa menargetkan merehabilitasi 100 ribu orang setiap tahunnya. Jika jumlah pengguna narkoba sebanyak 4 juta, maka Indonesia butuh waktu kurang lebih 40 tahun untuk merehabilitasi mereka!

“Upaya pemerintah tersebut harus kita dukung bersama mengingat permasalahan sosial yang diakibatkan oleh peredaran gelap narkoba di masyarakat telah merenggut nilai-nilai sosial, nilai solidaritas dan bahkan mengancam generasi bangsa sebagai penerus nilai-nilaipara leluhur negeri ini,” tandasnya.

Giwo menambahkan, kondisi tanah air akhir-akhir ini makin memprihatinkan dengan peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat. Sebagai orang tua, dirinya makin khawatir dengan berbagai upaya danstrategi yang digunakan para pengedar gelap narkoba di masyarakat.

“Tertangkapnya gembong narkoba membuka kedok adanya barang haram ini dalam kemasan roti yang dijual di pasaran, ditemukannya pabrik narkoba di tengah masyarakat dan beredarnya narkoba justru dilakukan dalam penjara. Ini adalah ironi bangsa yang sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Dewan Pimpinan Kowani, lanjutnya, menyambut baik kerjasama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba yangdimotori BNN dan segenap elemen bangsa ini. Kita patut prihatin, setiap hari generasi kita mati sia-sia sebanyak 40 hingga 50 orang akibat penyalahgunaan narkoba.

“Di tahun 2015 ini prediksi pengguna narkoba akan meningkat mencapai 5,8 juta orang. Apa yang bisa kitalakukan sebagai bagian dari elemen bangsa ini,” ujarnya. 

Kepala BNN, Anang Iskandar, berharap kerjasama ini dapat memberikan efek positif terhadap pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

BNN mengajak Kowani untuk turut mengubah paradigma masyarakat akan pentingnya tindakan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. (tety)  

Leave a Comment