JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Prof. Nila Farid Moeloek, berkesempatan berdialog dengan para peserta kegiatan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu The Amazing Race bertema ‘Ibu Hebat Berlomba untuk Keluarga Sehat’, di Carrefour Kramat Jati, Selasa (25/11).
Menjawab salah satu pertanyaan peserta mengenai program baru Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk Kesehatan Ibu dan Anak, menkes menjelaskan dengan adanya jaminan kesehatan dapat mendorong masyarakat untuk bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Dengan bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan dan ditolong tenaga kesehatan akan mempercepat akses ibu dan bayi dalam mencapai penanganan yang adekuat apabila terjadi komplikasi,” jelas menkes.
Menkes didampingi Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, serta Kepala Dina Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Dien Ermawati.
KIS sendiri, lanjut menkes, perluasan cakupan kepersertaan dari fakir miskin dan orang tidak mampu. Mereka ini datanya belum termasuk ke dalam jumlah 84,6 juta jiwa penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Yaitu para gelandangan, pengemis, orang dan anak terlantar, penghuni panti dan lembaga pemasyarakatan, serta bayi yang lahir dari PBI,” papar menkes.
Menkes menambahkan, KIS juga memberikan manfaat yang lebih luas dari JKN. Yaitu mencakup upaya promotif dan preventif, serta deteksi dini yang sebelumnya belum tercover JKN seperti gizi, imunisasi, dan pelayanan posyandu.
“Karenanya, saya berpesan lebih baik mendaftar saat sehat karena prinsipnya gotong royong. Saya ingatkan jangan tunggu sakit baru bikin. Mau dimanapun bisa dibuat. Datangi kantor BPJS setempat, anaknya, bapaknya juga didaftarkan,” tandas menkes. (tety)
