JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memberikan arahan pada Kick off Meeting Rencana Penyelenggaraan Konferensi Internasional Keluarga Berencana (ICFP). Konferensi Internasional tentang Keluarga Berencana ini diadakan pada 9-12 November 2015 di Bali.
Pada konferensi ke-4 ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berperan sebagai tuan rumah bersama Bill and Melinda Gates Institute for Population and Reproductive Health Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, serta didukung oleh UNFPA dan mitra lainnya.
Ini pertemuan dua tahunan untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan solusi pengelolaan program KB pada tingkat global maupun lokal.
Konferensi ini digagas Bill and Melinda Gates Faoundation melalui Bill and Melinda Gates Institute of Public Health pada 2009 ini melibatkan pemerintah dari berbagai negara, lembaga internasional di bidang kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi dan gender, organisasi kemasyarakatan, ahli, serta praktisi.
“Saya minta kepada Kepala BKKBN yang baru untuk menyukseskan program Keluarga Berencana karena ini bagian dari hak dasar individu dan keluarga,” kata Puan di kantornya usai pertemuan itu, Selasa (26/5).
Puan mengatakan, melalui pelayanan KB, individu dan keluarga memiliki kesempatan untuk merencanakan kehidupan berkeluarga seperti mererencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak.
Menurutnya, perencanaan kehidupan berkeluarga yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, serta memperbesar peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, memberi peluang yang lebih besar pada negara untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan jumlah penduduk yang terencana, negara lebih mudah melakukan investasi di bidang kualitas penduduk dan pembangunan ekonomi secara lebih berkelanjutan. Dengan begitu, dapat menurunkan tekanan pada lingkungan dan akhirnya berkontribusi pada pencapaian pembangunan yang berkelanjutan.
Kepala BKKBN, Surya Chandra, menambahkan pada konferensi ke-4 ini diskusi tantangan dan pembelajaran difokuskan pada peningkatan komitmen dan aksi. Dikaitkan dengan sumbangan dan peran KB untuk mendukung pencapaian Suitainable Development Goals (SDGs). Akan mendiskusikan sekitar 400 kertas kerja dan sekitar 100 presentasi poster yang berisi pembelajaran dari berbagai belahan dunia.
“Hasil diskusi akan bermanfaat bagi peserta untuk memperkuat komitmen, mengembangkan kebijakan dan program implementasi berdasarkan bukti nyata di negara masing-masing khususnya Indonesia,” terangnya.
Pada konferensi juga akan diadakan pameran tentang teknologi kontrasepsi terkini dan berbagai pendekatan inovasi dalam manajemen program KB. (tety)
