18.1 C
New York
07/05/2026
Aktual

Kian Tren, Pelaku UMKM Saatnya Beralih ke e-Commerce

JAKARTA (Pos Sore) — Tidak sedikit mal besar di Singapura dan Amerika Serikat tutup karena konsumen banyak beralih ke belanja online. Ini menandakan, e-commerce sudah menjadi bagian dari kehidupan berbelanja masyarakat dunia. Belanja online bukan lagi gaya hidup, melainkan kebutuhan.

Dan, menurut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, ini menjadi momen yang penting dan pas bagi Indonesia untuk mengembangkan UMKM melalui bisnis e-commerce.

“Roadmap tentang e-commerce sudah disusun sejak tahun lalu. Tinggal menetapkan aturan mengenai star-up yang datang dari luar negeri. Peluang bisnis e-commerce saat ini sangat luar biasa untuk dikembangkan. Tidak perlu cape-cape dan mahal bikin toko, cukup bisnis lewat e-commerce,” kata Wayan pada acara penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Hipmikindo dengan PT Asean Bay Indonesia, di Jakarta, Rabu (25/5).

Meski membuka usaha melalui e-commerce begitu menggiurkan, namun bukan berarti tanpa kendala. Wayan mengakui penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris masih menjadi kendala bagi UMKM Indonesia untuk berkiprah di bisnis e-commerce.

“Tercatat ada beberapa tantangan bagi UMKM untuk masuk ke bisnis e-commerce. Di antaranya, bahasa, infrastruktur, financial support, serta rasa aman bagi UKM dan konsumen.‎ Seharusnya tak usah ragu lagi dengan melihat tren bisnis e-commerce di seluruh dunia,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Hipmikindo H Mas Panjaitan mengatakan, dengan MoU ini berarti Hipmikindo akan mengubah mindset para pelaku UKM Indonesia menuju e-commerce. “Ini tonggak sejarah bagi UKM Indonesia yang dipelopori Hipmikindo,” kata dia.

Karena itu, Hipmikindo bersama PT ASEAN Bay Indonesia akan mengambil bagian untuk bisa melakukan ekspor komoditi Indonesia secara cepat dan mudah. Sampai akhir Desember ini, pihaknya bisa merekrut 4.000 hingga 5.000 UKM untuk dipersiapkan sebagai UKM ekspor.

CEO & Founder PT ASEAN Bay Indonesia M Syafiq berpendapat, jika UKM Indonesia memasarkan produk-produknya masih secara tradisional maka akan ketinggalan. Karena itu, ke depan harus berubah dari era offline menuju online.

“Kalau pelaku usaha baik koperasi maupun UKM sudah siap melakoni dunia e-commerce dapat meningkatkan taraf ekonomi dan penghasilan koperasi dan UKM itu sendiri. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN ini harus dijadikan momentum,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment