Foto: ajnn,net
POSSORE.ID, Aceh Singkil — Tak ada pernyataan penting Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke Aceh Singkil, kemarin (Kamis 4/12-25). Tak ada janji dan komitmen perbaikan Aceh Singkil yang keluar dari mulut anak sulung Joko Widodo, bekas Presiden Indonesia, itu.
Gibran datang membawa rombongan besar. Rombongan itu tiba di Bandara Syeikh Hamzah Fansuri menggunakan empat helikopter sekitar pukul 13.09 WIB. Warga yang mengetahui ihwal kedatangan rombongan itu terlihat antusias melihat Gibran.
“Kami mau lihat langsung,” kata seorang emak-emak.
Pengawalan ketat pengawal Gibran membuat kesempatan untuk mewawancarai orang nomor dua di republik ini sangat terbatas. Gibran, menggunakan kemeja kuning dan menggunakan celana hitam, bersama rombogan berjalan kaki menyusuri jalan berlobang dan terkikis banjir di Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil.
Gibran juga menyaksikan kerusakan infrastruktur penting di daerah itu, seperti jembatan dan jalan. Dia juga berkesempatan melihat rumah-rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir.
Gibran segera bergabung bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon dan sejumlah pejabat daerah.
Gibran diajak untuk melihat lokasi yang mengalami kerusakan terparah di Aceh Singkil akibat bencana itu. Kondisi jalan lintas di Ujung Bawang terlihat luluh lantak dan kupak kapik. Warga berharap jalan itu segera diperbaiki agar aktivitas warga kembali normal.
Dari Ujung Bawang, Gibran dan rombongan melanjutkan peninjauan ke Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara.
Di lokasi tersebut, Gibran melihat jembatan yang putus akibat tekanan air banjir. Putusnya jembatan ini membuat akses utama warga terhenti dan menjadi salah satu prioritas penanganan.
Masyarakat mengantisipasi hal ini dengan membuat rakit secara swadaya. Rakit ini menjadi akses utama masyarakat di daerah itu.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu warga, mulai dari penyaluran sembako, pengecekan kesehatan, hingga membantu recovery rumah dan jalan yang terputus,” kata Marzuki di Gosong Telaga Barat.
Marzuki juga memerintahkan Kapolres Aceh Singkil AKBP, Joko Triyono, untuk membantu warga di seluruh titik terdampak banjir.
Gibran tak lama di Singkil. Meski tak berkata apa-apa, warga berharap kedatangannya tidak sekadar “berwisata bencana”.
“Kami butuh pemerintah segera menormalkan jalan dan jembatan yang rusak. Hanya ini cara yang paling mungkin bagi kami untuk memulihkan perekonomian,” kata emak-emak lainnya.(lia/dikutip dari ajnn.net).
