20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

Kesempatan Emas Tembus Pasar Food Ingridients Asia

JAKARTA (Pos Sore) — Pameran dan pertemuan terbesar Food Ingredients Asia (Fi Asia) kembali digelar di Jakarta untuk ketiga kalinya, pada 15-17 Oktober 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran. Menurut, Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), ajang ini menjadi peluang eams bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produknya dan melakukan penetrasi pasar Asia.

“Selama 5 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi pasar yang sedang berkembang untuk bahan makanan dengan pertumbuhan 41% untuk makanan olahan. Sebagai salah satu pasar konsumen terbesar di Asia untuk konsumsi makanan dan minuman, Indonesia tetap kuat berpotensi selama 20 tahun ke depan,” katanya, di Jakarta, Rabu (20/8).

Menurutnya, pameran ini diharapkan dapat memacu para pebisnis untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan berdayasaing. Dengan begitu, Indonesia bisa setara bahkan melampui produk-produk lainnya di pasar global.

“Indonesia menjadi peringat ketiga untuk destinasi investasi setelah China dan Amerika Serikat. Pasarnya cukup menjanjikan dan sangat menarik bagi investor. Indonesia itu pasar terbesar di Asean,” tandasnya.

Rungphech Rose Chitanuwat, Business Development Director, UMB Asia penyelenggaran Fi Asia, menilai, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkenalkan bahan baku makanan yang berpotensi di pasar internasional.

“Ajang ini diikuti 450 peserta pameran dan 13.000 pengunjung dari 56 negara. Nah, perusahaan dari Indonesia menguasai 50% luas areal pameran karena sebanyak lebih dari 50 perusahaaan makanan minuman ikut terlibat dalam pameran ini,” katanya.

Dikatakan, Fi Asia, salah satu platform jejaring usaha bertemunya para pelaku bisnis dan pembeli makanan minuman seluruh dunia. Karenanya, setelah sukses di Indonesia sejak 2010 dan Thailand dalam 12 tahun terakhir, Fi Asia akan digelar rutin secara bergantian antara Indonesia dan Thailand.

Sementara itu, Prof. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar IPB, yang juga Ahli Pangan, menilai, posisi Asia Pasifik semakin penting membuka peluang untuk para industri makanan minuman. Ajang ini harus dapat dimanfaatkan oleh industri lokal dalam memperkenalkan potensi yang dimiliki negeri ini.

“Para pelaku usaha ataupun masyarakat harus mengenal dan mengembangkan kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi besar ini,” ujarnya.

Dalam even ini, juga diadakan lomba untuk mahasiswa tingkat sarjana Teknologi pangan Indonesia oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himitepa) Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Untuk mahasiswa pascasarjanan bidang pangan juga digelar lomba penulis artikel jurnal hasil penelitian. (tety)

Leave a Comment